Suruh Pacar Aborsi, Oknum Polisi Diadukan ke Propam

Details

Metroonlinenews.com, Ternate – Oknum anggota Brimob Polda Maluku Utara, Bripda I, dilaporkan ke Propam oleh kekasihnya, N. Pasalnya, Bripda I diduga telah menghamili N dan enggan bertanggung jawab, bahkan meminta sang kekasih menggugurkan kandungannya.

N mengungkapkan, dirinya dan Bripda I telah berpacaran selama beberapa tahun, namun saat dirinya diketahui mengandung, Bripda I enggan menikahinya dan saat usai kandungannya masih muda, dirinya diminta melakukan aborsi.

“Pada bulan Maret 2021, umur kandungan saya masih 3 minggu, dia suruh saya untuk melakukan aborsi, nanti dia beli obat aborsi walaupun obat aborsi itu harganya mahal, yang penting saya aborsi,” ungkap N, Selasa (11/1).

Alasan Bripda I memintanya aborsi, lanjut N, karena Bripda I hendak mengikuti pendidikan lanjutan kepolisian dan alasan itu pula yang membuat Bripda I enggan menikah.

“Saat itu saya dan kakak saya bertemu dengan orang tuanya, namun orang tuanya minta melalui hasil USG dan testpack. Namun pada saat saya testpack dan hasilnya positif, orang tuanya buat persyaratan lain lagi, yaitu kalau selesai nikah harus tes DNA lagi,”tandas N.

Pada Juli 2021, sambung N, dirinya dan Bripda I telah mengikuti sidang Badan Pembantu Penasehat Perkawinan, Perceraian dan Rujuk (BP4R).

“Di dalam sidang BP4R itu dia mengaku akan bertanggung jawab secara lahir batin terhadap saya. Dia juga diberi waktu satu minggu oleh komandannya untuk lakukan nikah agama dengan saya, dan dia sudah mengaku akan melakukannya, namun dari bulan Juli sampai sekarang ini dia tidak buktikab pengakuannya hingga saya melahirkan, dia juga menghindar dari tanggung jawabnya,” cetus N.

Sejak awal Desember 2021, N yang didampingi IH, Kakaknya telah membuat laporan pengaduan ke Propam, dan mengajukan hasil sidang BP4R sebagai bukti, dan juga bukti percakapan Bripda I menyuruh adiknya melakukan aborsi lewat WhatsApp.

“Kami sekeluarga mengharapkan, kasus ini harus ditangani serius oleh Polda Malut, dan bila perlu pelaku harus dipecat secara tidak terhormat dan diberi hukuman atas perbuatannya,” tandasnya.

Sementara kabid Humas Polda Malut Konbes Pol Michael saat dikonfirmasi melaluii sambungan selulernya belum merespon. (ikba)