Sejumlah Pelajar SMP Di Anjatan Mengaku Dilecehkan Oknum Guru

Details

Metroonlinenews.com, Indramayu – Dugaan kasus pelecehan yang dilakukan seorang oknum guru sekaligus pembina OSIS dan pelatih Ekstrakulikuler (Eskul) beladiri di salah satu Sekolah Menengah Pertama (SMP) di Kecamatan Anjatan Kabupaten Indramayu Jawa Barat, saat ini sedang dalam penanganan  Unit PPA Polres Indramayu.

Aparat kepolisian melakukan penanganan hukum berdasarkan laporan wali murid yang diduga anaknya menjadi korban pelecehan dan sebanyak 19 pelajar laki-laki dan 3 pelajar wanita  diduga menjadi korban pelecehan oknum guru.

Sebelumnya, TN (35) orang tua korban, melaporkan adanya dugaan tersebut ke Polres Indramayu pada tanggal 14 April 2026.

Dari keterangan TN, sudah 5 orang pelajar yang mengaku menjadi korban kebejatan oknum guru yang oleh penyidik sudah dimintai keterangan, termasuk meminta keterangan anak TN selaku korban.

Ketika ditemui di rumahnya, Kamis (23/4/2026), TN menjelaskan, peristiwa memalukan sekaligus memilukan itu terbongkar saat anaknya mengaku menjadi korban pelecehan oknum guru yang juga pelatih Eskul beladiri.

TN juga menuturkan dari cerita anaknya, peristiwa tersebut terjadi saat korban bersama 3 temannya beberapa waktu lalu diminta datang ke rumah oknum guru pada malam hari. Sesampainya di rumah oknum guru, kemudian korban diajak masuk kedalam kamar dan terjadilah pelecehan.

“Dari hasil penelusuran yang dilakukannya bersama para korban, ternyata sebanyak 19 pelajar laki-laki dan 3 pelajar wanita mengaku pernah dilecehkan oleh oknum guru yang juga sebagai pembina OSIS dan pelatih beladiri tersebut,” ujarnya.

Di tempat yang sama, salah seorang pelajar juga mengaku pernah mendapatkan perlakuan serupa anaknya TN. Bahkan pelajar ini dalam pengakuannya sudah 3 kali diperlakukan serupa dan semuanya terjadi di rumah oknum guru.

Pelajar yang menjadi korban itupun bercerita pertama kali diajak kerumah oknum guru beladiri naik sepeda motor berboncengan, sesampainya di rumah oknum guru tersebut, pelajar itu diajak masuk kedalam kamar dengan dalih akan mengurut bagian tubuh yang justru pelajar itu mendapat pelecehan dari oknum guru termasuk mengajaknya menonton film dewasa. Pelajar itu pun sempat menolak, hanya saja karena oknum guru terus memaksa akhirnya terjadilah perbuatan pelecehan.

Sementara itu hingga berita ini ditayangkan, belum ada keterangan resmi dari pihak Polres Indramayu meskipun awak media sudah mencoba meminta konfirmasi melalui pesan singkat kepada Kasat Reskrim Indramayu.

(Gunawan)