Peran Media Dalam Kebijakan Luar Negeri dan Diplomasi Global
Details
Metroonlinenews.com, Jakarta – Doktor Heri Saripudin, Dosen Hubungan Internasional Universitas Padjadjaran (Unpad), menegaskan bahwa media memiliki peran strategis dalam dinamika kebijakan luar negeri dan politik global. Media tidak hanya berfungsi sebagai sarana penyampaian informasi, tetapi juga sebagai aktor non-negara yang aktif membentuk persepsi, framing, dan agenda kebijakan internasional.
Dalam pemaparannya dengan awak media di Taman Ismail Marzuki, Sabtu (24/1/2026), Doktor Heri menjelaskan bahwa politik global pada hakikatnya merupakan hasil interaksi kebijakan luar negeri antar negara. Diplomasi menjadi salah satu instrumen utama dalam implementasi kebijakan luar negeri tersebut, meskipun negara juga memiliki instrumen lain, termasuk tekanan ekonomi hingga kekuatan militer.
Di samping itu dalam praktik hubungan internasional, media kerap dipandang hanya sebagai instrumen diplomasi. Padahal, media juga merupakan aktor independen yang memiliki kepentingan, nilai dan ideologi sendiri.
Ditekankan pula konsep netralitas media merupakan hal yang relatif. Setiap media membawa nilai dan kepentingan tertentu, sehingga peran media seharusnya tidak hanya kritis, tetapi juga konstruktif dalam memperjuangkan kepentingan publik yang diwakilinya.
Doktor Heri pun menyoroti pentingnya peran media dalam membangun persepsi global. Dalam diplomasi dikenal dua realitas, yakni realitas faktual dan realitas persepsi. Dalam banyak kasus, persepsi yang dibangun melalui media justru menjadi realitas itu sendiri.
Terkait konteks Indonesia, Doktor Heri menilai media memiliki tanggung jawab strategis dalam mengartikulasikan kepentingan masyarakat Muslim Indonesia di tingkat global, mengingat Indonesia merupakan negara dengan populasi Muslim terbesar di dunia. Ia mendorong penguatan diplomasi berbasis nilai, termasuk diplomasi Islam, khususnya dalam forum-forum internasional seperti Organisasi Kerja Sama Islam (OKI).
Sedangkan pada konteks hubungan multilateral, media dapat menjadi mitra strategis dalam memperkuat posisi Indonesia di dunia internasional, sepanjang mampu memainkan perannya secara kritis, berimbang, dan berorientasi pada kepentingan nasional. (Zulfikri)