Bikin KTP di Indramayu Berbulan- Bulan Tidak Jadi, Bayar 170 Ribu Langsung Jadi

Details

E KTP (Foto ilustrasi).

Metro Online News, Indramayu – Lamanya proses pembuatan E KTP di Kabupaten Indramayu hingga berbulan- bulan tidak jadi- jadi banyak dikeluhkan masyarakat. Tidak jadi- jadinya E KTP tersebut Pemerintah Kabupaten Indramayu berdalih terkendala blangko E KTP yang kosong.

‘’Blanko E KTP masih kurang banyak di Indramayu,’’ ujar Plt Bupati Indramayu, Taufik Hidayat, saat ditemui di Pendopo Indramayu, Rabu (19/2/2020).

Namun di tengah kosongnya blangko KTP, ternyata ada praktek- praktek jual beli blangko E KTP dimana jika bayar E KTP langsung jadi tanpa harus menunggu berbulan- bulan.

Hal itu dialami salah seorang warga, Dedi. Dia mengaku mengurus pembuatan E KTP di kantor Kecamatan tempatnya tinggal sejak Desember 2019. Namun, E KTP itu tak kunjung jadi hingga berbulan- bulan.

‘’Akhirnya saya bayar orang (calo). Jadinya cepat, walau harus bayar Rp 170 ribu,’’ ungkap Dedi.

Dari hasil penelusuran yang dilakukan Dedi, calo KTP ini bekerja sama dengan oknum petugas di bagian pelayanan. Calo ini dengan mudahnya keluar masuk ruang Kepala Seksi (Kasi) dan ruang pencetakan KTP maupun Kartu Keluarga (KK) dan dokumen kependudukan lainnya.

Calo KTP yang namanya minta disamarkan mengatakan uang 170 ribu rupiah tersebut 150 ribu rupiah untuk petugas yang mencetaknya dan 20 ribu rupiah untuk ongkos transport ke kantor Disduk. Pembuatan KTP atau dokumen lainnya lewat jalur calo ini dapat diselesaikan dalam beberapa jam.

Menurutnya, ongkos pembuatan KTP akan lebih mahal lagi bila proses pembuatannya melalui Desa hingga Kecamatan.

Menanggapi adanya praktek jual beli blangko E KTP itu, Plt Bupati Indramayu Taufik Hidayat tidak menampiknya. Menurutnya, hal itu mungkin saja dilakukan oleh oknum yang memanfaatkan kondisi tersebut. Namun, dia mengingatkan adanya sanksi yang tegas bagi pelakunya.

“Saya tidak akan main-main,’’ tegas Taufik.

Taufik menyebutkan, Kabupaten Indramayu kekurangan 120 ribu blanko E KTP untuk jangka waktu satu tahun ini. Untuk mengatasi hal itu, dia telah mengutus Sekda Indramayu, Rinto Waluyo, ke Kemendagri di Jakarta. Hasilnya, Kabupaten Indramayu diberikan blanko E KTP sebanyak 10 ribu blanko.

‘’Alhamdulillah kemarin Pak Sekda bawa pulang 10 ribu blanko E KTP,’’ tukas Taufik.

Dengan adanya tambahan tersebut, maka saat ini Kabupaten Indramayu masih kekurangan blanko E KTP sebanyak 110 ribu blanko.

Taufik mengungkapkan, kekurangan 110 ribu blanko E KTP itu hanya menghitung kebutuhan normatif. Jumlah tersebut belum termasuk warga yang membutuhkan E KTP baru karena adanya perubahan status seperti misalnya perubahan status perkawinan.

Taufik pun bertekad agar seluruh masyarakat Kabupaten Indramayu bisa memiliki dokumen kependudukan. Selain E KTP, juga dokumen lainnya, seperti kartu keluarga (KK), kartu identitas anak (KIA) maupun akte kelahiran.

‘’Semuanya gratis kita berikan kepada masyarakat,’’ tegas Taufik.

Dia menegaskan, hal tersebut tak boleh lagi terjadi. Dia pun kini selalu berkeliling setiap Rabu untuk memantau program Pelayanan Rebo Keliling Dokumen Adminduk Indramayu (Laboling D’Ayu).

Program Laboling D’Ayu merupakan program yang diadakan oleh Pemkab Indramayu melalui Dinas Kependudukan dan Catatan Sipil (Disdukcapil) setempat. Melalui program itu, instansi tersebut melakukan jemput bola berkeliling ke berbagai Kecamatan setiap Rabu untuk melayani warga yang membutuhkan pelayanan dokumen adminduk.

‘’Rabu kemarin di Kecamatan Patrol. Rabu ini saya akan berangkat ke Kecamatan Terisi,’’ tandas Taufik. (Demush/Red).

Leave a Reply

You must be logged in to post a comment.