Pembangunan Sekolah Rakyat di Cikawung Indramayu Rampung, Siap Adakan MPLS

Details

Metroonlinenews.com,Indramayu- Infrastruktur pembangunan Sekolah Rakyat Cikawung Kecamatan Trisi, Jawa Barat, kini mendekati rampung. Sekolah yang merupakan hasil kolaborasi Pemerintah Daerah Kabupaten Indramayu dengan Kementerian Sosial Republik Indonesia dan didirikan diatas lahan seluas 10 hektar dinyatakan siap melaksanakan Masa Pengenalan Lingkungan Sekolah (MPLS) pada 31 Juli 2026 bagi siswa baru jenjang pendidikan SD, SMP, hingga SMA, Tahun Ajaran 2026/2027.

Demikian dikatakan Ketua Tim Transisi Sekolah Rakyat Permanen Kabupaten Indramayu, Iin Indrayati, yang juga menjabat Asisten Setda bidang Pemerintahan dan Kesejahteraan Rakyat, ketika melakukan monitoring dan evaluasi persiapan MPLS bagi siswa baru di Sekolah Rakyat Terintegrasi satu, di desa Cikawung Kecamatan Trisi yang didampingi diantaranya Kepala Diskominfo, Suwenda, Kepala Disdikbud, Caridin, Plt. Kepala Dinsos, Waskam, Plt. Kasat Polisi Pamong Praja, Asep Afandy Djanwari atau biasa dipanggil Asep Afandi alias Asep Kobra, serta didampingi Plt. Kepala Dinas PUPR Kabupaten Indramayu Arya Tenggara dan Maulana Malik serta pejabat daerah lainnya. Selain itu kehadiran Iin Indrayati beserta Tim Transisi pada kegiatan monitoring dan evaluasi, sekaligus mendampingi Inspektur Bidang Pemberdayaan Sosial Kemensos, Agus Saputra Aryanto, dilokasi Sekolah Rakyat, Rabu lalu (15/7/2026).

Iin Indrayati menjelaskan, keberadaan Sekolah Rakyat merupakan bagian dari komitmen Pemerintah Daerah Kabupaten Indramayu dalam meningkatkan kualitas sumber daya manusia melalui jenjang pendidikan dan penyediaan infrastruktur yang memadai.

“Berdirinya Sekolah Rakyat inipun merupakan bentuk nyata komitmen Pemerintah atau dalam hal ini Kemensos bersama Pemkab Indramayu dalam membangun sumber daya manusia yang unggul serta mendukung pemerataan akses pendidikan rakyat,” ujarnya.

Inspektur Bidang Pemberdayaan Sosial Kemensos, Agus Saputra Aryanto, ketika memimpin rapat persiapan MPLS bagi siswa baru Sekolah Rakyat Cikawung, mengatakan, Kawasan Sekolah Rakyat dibangun sebagai kompleks pendidikan terpadu yang mencakup gedung sekolah jenjang SD, SMP, hingga SMA, rumah susun guru, asrama siswa, kantin, masjid, gedung ibadah, gedung serbaguna, ruang terbuka hijau, serta fasilitas olahraga. Di sejumlah lokasi juga tersedia lapangan sepak bola berstandar FIFA, jogging track, lapangan basket, area serbaguna, hingga taman edukasi yang didukung sistem pengelolaan lingkungan berkelanjutan.

Dimulainya kegiatan MPLS juga menjadi indikator bahwa infrastruktur yang dibangun telah memasuki tahap pemanfaatan dan memberikan manfaat langsung kepada masyarakat.

“Kami bersyukur pembangunan Sekolah Rakyat yang menjadi amanah pemerintah kini telah memasuki tahap pemanfaatan. Dan dengan dimulainya kegiatan MPLS menjadi bukti bahwa keberadaan Sekolah Rakyat sangat dirasakan manfaatnya oleh generasi penerus bangsa sekaligus meringankan beban perekonomian orang tua siswa,” pungkasnya.

Sedangkan jumlah siswa Sekolah Rakyat Terintegrasi satu yaitu siswa hasil penjangkauan sebanyak 270 siswa, terdiri dari jenjang pendidikan Sekolah Dasar 90 siswa, SMP 90 siswa dan jenjang pendidikan SMA 90 siswa. Ditambah 100 siswa dari sekolah rintisan. (Tim)