Sidang Carsa, Mantan Bupati Anna Shopanah Disebut Terlibat Dalam Pengaturan Proyek

Details

Susana sidang kasus suap pengaturan proyek dengan Terdakwa Carsa ES di Pengadilan Tipikor Bandung.

Metroonlinenews.com, Bandung – Sidang kasus suap pengaturan proyek di lingkungan Pemerintah Kabupaten Indramayu dengan Terdakwa Carsa ES di Pengadilan Tindak Pidana Korupsi (Tipikor) Bandung semakin seru. Setelah mantan Bupati Indramayu Irianto MS Syafiuddin alias Yance disebut-sebut menerma aliran dana dari terdakwa Carsa ES sebesar Rp 200 juta, kini istrinya yang juga mantan Bupati Indramayu Hj. Anna Sophana juga disebut-sebut dalam sidang kasus pengaturan proyek di Pemkab Indramayu.

Dalam persidangan yang digelar Rabu, 15 Januari 2020, Penuntut Umum KPK menghadirkan saksi mantan Kepala Dinas PUPR Indramayu Didi Supriadi bersma tujuh orang saksi lainnya. Sidang dipimpin oleh I Gede Suwardita.

Seperti dikutip pikiran-rakyat.com edisi 15 Januari 2020, dalam persidangan terungkap bahwa Anna Sophana terlibat dalam pengaturan proyek yaitu menitipkan pengusaha untuk mendapatkan proyek dari Dinas PUPR.

Bahkan terungkap juga seluruh proyek di Dinas PUPR Indramayu sudah ditentukan pemenangnya sebelum lelang. Pengusaha yang ditentukan sebagai pemenang sebelum lelang itu kebanyakan dari Bupati Indramayu Ana Sophana, Wakil Bupati Indramayu Supendi, Sekda Indramayu Rinto Waluyo dan Anggota DPRD.

Didi menerangkan, dirinya menjadi Kepala Dinas PUPR pada tahun 2017-2018 saat Bupatinya Anna Sophana dan wakil Bupatinya Supendi. Didi mengungkapkan, saat itu lelang proyek di Indramayu terutama di Dinas PUPR sudah ditentukan pemenangnya.

“Jadi memang ada pengaturan lelang dan sudah ditetapkan pengusaha calon pemenangnya,” kata Didi Supriadi saat bersaksi.

Hj. Anna Shopanah dan Supendi saat menjabat Bupati dan Wakil Bupati Indramayu periode 2010-2015 dan periode 2015-2020. November 2018 Bupati Anna Shopanah mundur, Februari 2019 Supendi dilantik menjadi Bupati menggantikan Anna Shopanah.

Menurut Didi, paket lelang dan paket penunjukan langsung sudah ada pemiliknya.

“Saya mendapat laporan dari Wempy Kabid pemeliharaan jalan PUPR Indramayu bahwa sudah ada calon pemenang proyeknya pada masing masing paket pekerjaan,” kata Didi.

Termasuk terdakwa Carsa, lanjut Didi, dalam satu tahun itu ada tiga proyek yang didapat.

Didi mengaku, selama setahun menjabat Kepala Dinas PUPR, ia mendapatkan uang suap sebesar Rp 200 juta termasuk dari Carsa Rp 20 juta yang dipakai biaya operasi istrinya.

“Saya tidak mendapatkan langsung dari pengusaha uang itu tapi melalui orang lain,” katanya.

Seperti diketahui, sidang sebelumnya Rabu kemarin saksi Yahya yang merupakan sopir Terdakwa Carsa ES mengaku memberikan uang kepada Yance sebesar Rp 200 juta melalui Yanto, Direktur Bank Perkreditan Rakyat (BPR) Karya Remaja Indramayu.

Carsa didakwa menyuap Bupati Supendi untuk memuluskan mendapatkan proyek di Pemkab Indramayu. Carsa dan Supendi ditangkap KPK pada 14 Oktober 2019 lalu. (Zul/Red).

Leave a Reply

You must be logged in to post a comment.