Ketua DPC Gerindra Indramayu Dilaporkan ke Polisi Atas Dugaan Penipuan Calon Wakil Bupati Indramayu

Details

Yon Haryono (48) didampingi Pengacaranya Toni, SH, MH melaporkan KB (54) atas dugaan penipuan di SPKT Polres Indramayu, Sabtu (19/10/2019).

Metroonlinenews.com, Indramayu – Yon Haryono (48) didampingi Pengacaranya Toni, SH, MH dan Wawan Setiawan, SH melaporkan Ketua DPC Partai Gerindra Kabupaten Indramayu, KB (54) ke Polres Indramayu Sabtu malam (19/10/2019) atas dugaan penipuan sebagaimana dimaksud dalam Pasal 378 KUHP. Laporan itu telah diterima Polres Indramayu dengan nomor : LP/282/X/2019/JABAR/RES.IMY tanggal 19 Oktober 2019.

Tanda terima laporan Polisi Yon Haryono.

Yon mengatakan, dirinya melaporkan KB karena merasa dibohongi pada saat pemilihan  Calon Wakil Bupati Indramayu sisa masa jabatan 2016-2021 yang diselenggarakan oleh DPC Partai Gerindra Kabupaten Indramayu dengan melakukan penjaringan pada bulan Juni 2019 lalu.

“Setelah melalui proses penjaringan oleh Panitia Penjaringan DPC Partai Gerindra Kabupaten Indramayu, saya terpilih sebagai Calon Wakil Bupati Indramayu dan pada tanggal 20 Juni 2019 saya diberikan surat rekomendasi nomor 009/DPC-GERINDRA/IMY/VI/2019 atas nama saya sebagai calon hasil penjaringan yang ditandatangani oleh KB selaku Ketua dan Sekretaris DPC Partai Gerindra Kabupaten Indramayu,” ujar Yon.

Surat rekomendasi DPC Partai Gerindra Kabupaten Indramayu atas nama Yon Haryono.

Namun keesokan harinya tanggal 21 Juni 2019, lanjut Yon, KB mengusulkan nama lain yaitu H. Taufik Hidayat dan Agung Mardianto sebagai Calon Wakil Bupati Indramayu dengan nomor surat yang sama yaitu 09/DPC-GERINDRA/IMY/VI/2019 yang ditandatangani KB selaku Ketua dan Sutikno selaku Sekretaris DPC Gerindra Kabupaten Indramayu.

Surat usulan DPC Gerindra Indramayu calon Wakil Bupati Indramayu atas nama H. Taufik Hidayat dan Agung Mardianto ditujukan kepada Bupati Indramayu.

“Surat pengusulan Calon Wakil Bupati atas nama H. Taufik Hidayat dan Agung Mardianto itulah yang akhirnya diproses di rapat paripurna DPRD Kabupaten Indramayu dan H. Taufik Hidayat terpilih sebagai Wakil Bupati Indramayu,” kata Yon.

Menurut Yon, jika KB sudah memiliki nama Calon yaitu H. Taufik Hidayat harusnya tidak usah membentuk panitia penjaringan segala kemudian melakukan penjaringan. Terus tidak usah mengeluarkan surat rekomendasi segala. Ini sudah membohongi, katanya.

“Saya merasa tertipu. Bayar loh ikut proses penjaringan itu Rp. 15.000.000 (lima belas juta rupiah). Dan bukan saya saja yang bayar, ada beberapa orang yang mendaftar juga bayar. Apa memang hanya modus untuk cari uang saja buka penjaringan calon itu?” tandas Yon.

Hal senada juga dikatakan Wakil Ketua DPC Gerindra Indramayu, Martoni, SH, MH. Ia selaku Ketua Tim Pemenangan Yon Haryono merasa dibohongi dimana Yon Haryono dan Tim Pemenangannya telah mengikuti seluruh proses penjaringan dan memenuhi semua kelengkapan persyaratan sampai dikeluarkannya surat rekomdasi dari DPC Partai Gerindra Indramayu, namun kemudian KB mengeluarkan surat pengusulan calon lain atas nama H. Taufik Hidayat dan Agung Mardianto.

Menurut Martoni tindakan KB ini menunjukkan pendidikan politik yang buruk kepada masyarakat. Mengabaikan hasil Panitia Penjaringan yang dibentuk oleh DPC Partai Gerindra  dan ditandatangani KB sendiri selaku Ketua DPC. Ini juga dapat merugikan Kader Partai dan elektabilitas Partai Gerindra dengan mengusung calon lain namun mengabaikan proses di DPC Partai Gerindra sendiri dan itu melanggar AD/ART Partai.

Sementara itu Pengacara Yon Haryono, Toni, SH, MH mengatakan, KB dilaporkan karena ia selaku Ketua DPC Gerindra Indramayu telah mengeluarkan Surat Keputusan pembentukan Panitia Penjaringan Calon Wakil Bupati sisa masa jabatan 2016-2021 dengan nomor : 3212-03.06/Kpts/DPC-GERINDRA/2019. Ia juga mengeluarkan surat rekomendasi atas nama Yon Haryono sebagai Calon Wakil Bupati Indramayu. Kemudian KB mengusulkan nama lain sebagai Calon Wakil Bupati sehinga klien saya merasa dibohongi. Apalagi ada kerugian uang senilai Rp. 15.000.000, makanya dilaporkan dugaan penipuan Pasal 378 KUHP.

“Saya meminta kepada Kapolres Indramayu Bapak AKBP Yoris Maulana agar segera memproses secara hukum laporan klien saya ini,” harap Toni.

KB yang kini menjadi Anggota DPRD Provinsi Jawa Barat ini ketika dihubungi dua nomor Handphonenya Minggu (20/10/2019) untuk dimintai tanggapan atas laporan ini belum diangkat- angkat. (AG).

Leave a Reply

You must be logged in to post a comment.