Pemkab Dan Yayasan SPDA Kawal Korban Persetubuhan Anak Di Anjatan

Details

Metroonlinenews.com, Indramayu – Munculnya pemberitaaan kasus persetubuhan anak dibawah umur yang terjadi di wilayah Kecamatan Anjatan Kabupaten Indramayu, Jawa Barat, ternyata menjadi keperihatinan tersendiri bagi banyak pihak, termasuk Pemerintah Kabupaten Indramayu.

Melalui Dinas Pengendalian Penduduk, Keluarga Berencana, Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak, Pemkab menggandeng Yayasan Selendang Puan Dharma Ayu (SPDA) yang bergerak dalam bidang perlindungan perempuan dan anak, untuk bersama-sama mendatangi korban dan keluarga korban dikediamannya, Senin (5/9/2022).

Susiyanti, Kasi Perlindungan anak didampingi Edi Kusmayadi, Kasi Pemenuhan Hak Perempuan menuturkan, pihaknya sangat menyayangkan telah terjadi persetubuhan anak dibawah umur. Meski demikian pihak Pemkab Indramayu akan tetap melakukan pendampingan, baik dari aspek pemulihan psikologis korban maupun pendampingan secara hukum.

“Kami sangat menyayangkan peristiwa tersebut terjadi, meski agak terlambat karena korban sampai melahirkan, kami tetap akan melakukan pendampingan untuk memotivasi korban agar tidak traumatis terlalu dalam sekaligus pendampingan hukum,” ucap Susiyanti.

Hal senada dikatakan pembina Yayasan Selendang Puan Dharma Ayu, Darwini. Ia turut perihatin atas peristiwa yang menimpa korban, sehingga pihaknya akan turutserta melakukan pendampingan dan pengawalan proses hukum dengan meminta konfirmasi dari pihak Polres Indramayu, disamping akan melakukan pemulihan psikologis korban.

“Pasca pertemuan kali ini, kami akan kembali lagi kesini untuk membantu memastikan kondisi psikologis korban agar cepat pulih. Kalau pun kebutuhan psikologis korban berlanjut, kami akan merujuk ke psikolog,” ucap Darwini.

Sementara itu, Yuyun Khoerunisa, Ketua Yayasan Selendang Puan Dharma Ayu, mengatakan, jenjang pendidikan korban kedepannya akan dibantu Yayasan, pihaknya akan memastikan korban bisa mendapatkan pendidikan sesuai jenjang usia dan jenjang kependidiknya. Ia berharap Dinas Pendidikan Kabupaten Indramayu dapat menjembatani proses pendidikan Korban agar tidak putus sekolah.

“Kami berharap Dinas Pendidikan Kabupaten Indramayu bisa menjadi jembatan bagi korban persetubuhan anak dibawah umur ini agar korban tidak putus sekolah,” harapnya.

(Gunawan)