Bocah Yatim Diduga Korban Perkosaan Hamil dan Melahirkan, Pelaku Belum Ditangkap

Details

Metroonlinenews.com, Indramayu – Bunga (14), bocah yatim asal Desa Anjatan Baru Kecamatan Anjatan Kabupaten Indramayu yang diduga menjadi korban perkosaan hingga melahirkan bayi mungil berusia 2 bulan, melalui ibunya menuntut keadilan. Korban menuntut keadilan hukum karena pelaku yang keberadaannya tidak terlalu jauh dari rumah korban hingga kini masih bebas berkeliaran.

MS, ibu kandung korban saat ditemui di kediamannya, Minggu (4/9/2022) menuturkan, berawal ketika anaknya yang saat itu masih duduk di kelas enam SD sering mengeluh kurang enak badan. Usai dilakukan pemeriksaan oleh bidan, baru diketahui kalau anaknya hamil 4 bulan. Awalnya bunga bungkam, setelah beberapa lama , baru dia memberitahukan kepada ibunya bahwa yang menghamilinya adalah ST (33) yang pada saat itu masih beristri.

“Awalnya si anak kelihatan lesu, ditanya bilangnya sakit gigi, kemudian dibawa periksa ke bidan. Bidannya bilang kalau anak saya sedang hamil 4 bulan,” ucap ibu korban.

Sesuai pengakuan anaknya, awalnya korban diiming – imingi jajanan es, kemudian korban diajak pelaku untuk pertama kalinya dilakukan persetubuhan di kandang kambing, setelah itu pelaku berulangkali melakukan perbuatan bejat dilokasi berbeda.

“Awalnya anaknya saya ditawarin jajan es, kemudian diajak ke kandang kambing yang tidak jauh dari rumah dan disanalah dia melakukan untuk pertama kalinya kepada korban,” lanjut ibu korban.

Tidak terima anaknya diperlakukan seperti itu, ibu korban akhirnya melaporkan pelaku ke Polres Indramayu pada tanggal 14 Maret 2022 dengan nomor pelaporan : LP/B/109/III/2022/SPKT/Polres Indramayu/Polda Jawa Barat. Petugas juga meminta keterangan kepada ibu korban dan beberapa orang saksi peristiwa tersebut. Bahkan pihak penyidik dari Polres Indramayu sudah datang kelokasi untuk melakukan olah tempat kejadian perkara. Meski demikian ibu korban merasa miris karena orang yang di duga pelaku perbuatan bejat itu hingga kini belum juga ditangkap petugas, masih bebas berkeliaran, padahal masa depan korban telah hancur akibat perbuatan pelsku.

“Sampai anak saya mehirkan dan anaknya sudah 2 bulan pelaku masih bebas berkeliaran, saya berharap petugas segera menangkap pelaku untuk mempertanggungjawabkan perbuatannya sesuai hukum yang berlaku,” ujar ibu korban sambil tak kuasa menahan tangisnya.

Sementara itu, Kasat Reskrim Polres Indramayu, AKP Fitran Romajimah, selaku pengayom dan pelayan masyarakat saat dihubungi melalui pesan singkat WhatsApp mengatakan, proses pelaporan ibu korban sudah dinaikan ketahap penyidikan, tinggal menunggu keterangan dari beberapa saksi lagi.

(Gunawan)