Pakai Bahan Material Tidak Berkualitas, Program BSPS Dikeluhkan Warga

Details

Metroonlinenews.com, Indramayu – Bantuan Stimulan Perumahan Swadaya (BSPS) yang digulirkan kembali oleh Kementrian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) sebagai upaya penyediaan rumah layak huni bagi Masyarakat Berpenghasilan Rendah (MBR) yang sedang dilaksanakan di Desa Sidadadi Kecamatan Haurgeulis Kabupaten Indramayu dikeluhkan warga penerima bantuan.

Dilansir dari Radarindramayu.id tanggal 3 April 2021 pada tahapan sosialisasi disebutkan, program tersebut diusung oleh anggota Komisi V DPR RI H Bambang Hermanto dan disalurkan  sebanyak 1.062 unit rumah tidak layak huni di Kabupaten Indramayu dan tersebar di 25 desa di 7 kecamatan.

Tahapan sosialisasi program BSPS atau lebih dikenal dengan istilah bedah rumah ini mulai disosialisasikan oleh Tenaga Fasilitator Lapangan (TFL) beserta Baro Meter Center (BMC) kepada para calon penerima program.

Waryono, salah seorang penerima bantuan di Desa Sidadadi Kecamatan Haurgeulis saat ditemui awak media di kediamannya, Jum’at (23/7/2021) mengeluh. Menurutnya dirinya menerima bantuan berupa bahan material senilai Rp17,5 juta dan uang untuk pembayaran tukang senilai Rp2,5 juta.

Diantara bahan material yang diterima, lanjut Waryono, salah satunya pasir dan batu split sebanyak 1 kubik yang dikirim oleh Toko material menggunakan mobil dump truk dan hanya menggunakan perkiraan saja untuk ukuran kubikasinya, sedangkan kualitasnya, kata dia, tidak sesuai dengan yang diharapkan padahal di Daftar Rencana Pembelian Bahan Bangunan (DRPB) tercantum harga pasir pasang senilai Rp230 ribu per meter kubiknya.

“Kualitas pasirnya kurang bagus, kalau dipakai untuk cor hasilnya banyak yang ambrol kalau dipegang tangan,” ucap Waryono.

Masih menurut Waryono, uang yang dia terima untuk pembayaran tukang baru Rp1,25 juta dari total seluruhnya yang harusnya dia terima sebesar Rp2,5 juta.

Senada dengan Waryono, Sumarsono (50) warga Desa Sidadadi juga menuturkan, dirinya menerima kiriman pasir dengan kualitas yang sama namun karena dirinya mengajukan bahan untuk pasangan temboknya menggunakan batu bata merah maka dia mendapat pasir sejumlah 8 kubik (1 mobil dump truck). Menurut Sumarsono, batu bata merah yang dia terima juga kualitasnya kurang bagus.

“Batu bata merah yang saya terima ukuran bata 4, ukurannya gak sama dan permukaan batanya banyak yang bolong, ga rata makanya mudah pecah,” jelas Sumarsono.

Selain pasir dan batu bata, kayu yang dia terima juga kondisinya kurang bagus karena banyak yang bengkok sehingga dia berinisiatif untuk mengepres sendiri kayu- kayu itu dengan cara dipres diikat menggunakan tali dan dipaku.

Bambang Hermanto anggota Komisi V DPR RI yang mengusung program tersebut saat diminta tanggapannya melalui pesan singkat  terkait persoalan tersebut hanya menjawab kalau secara tekhnis dirinya tidak mengikuti secara langsung dan menyarankan untuk meminta keterangan kepada yang bersangkutan.

“Secara tekhnis saya tidak mengikuti, coba tanyakan langsung kepada yang bersangkutan,” jelas Bambang.

Sementara itu pendamping pelaksanaan program saat dikonfirmasi melalui pesan singkat terkait keluhan masyarakat tersebut belum bisa dimintai keterangan dikarenakan sedang mengurusi pencairan program tersebut di BJB Indramayu. Sedangkan saat awak media ingin meminta konfirmasi langsung kepada pemilik toko yang mengirim bahan material, pemiliknya sedang tidak berada di tempat bahkan dihubungi melalui pesan singkat tidak dibalas, padahal sudah dibaca. (Gunawan).

Pakai Bahan Material Tidak Berkualitas, Program BSPS Dikeluhkan Warga