Korban Kebakaran Jatinegara Berharap Pemda Bantu Bangun Rumah

Details

Metroonlinenews.com, Jakarta – Si jago merah dengan cepat melalap puluhan rumah warga RT 013 RW 02, Kelurahan Jatinegara, Kecamatan Cakung, Jakarta Timur, pada pukul 3 dini hari, Senin 29 Agustus 2022 lalu.

Akibat kebakaran itu sebanyak 48 rumah, 53 kepala keluarga dan 150 jiwa menjadi terdampak kebakaran, adapun penyebab kebakaran di duga karena kosletting aliran listrik.

Salah satu korban selamat, namun rumanhnya habis terbakar, Arief, menceritakan kronologis kejadian naas yang menimpa keluarganya. Saat itu, Arief dengan 3 kepala keluarga yang tengah tidur nyenyak dibangunkan istrinya karena melihat kobaran api di belakang rumah. Dengan sigap, Arif yang pekerja serabutan ini menyelamatkan diri dan seluruh anggota keluarganya.

“Alhamdulillah, kami selamat semuanya, namun rumah dan seluruh harta bendanya habis terbakar,” ujar Arif, Kamis (22.9/2022).

Saat ini seluruh keluarga Arif tinggal di sejumlah rumah saudara terdekat. Sedangkan dia sendiri bersama puluhan warga lainnya tinggal di tenda penampungan yang didirikan oleh pemerintah dan kalangan swasta.

Arif berharap pemerintah selain pemberian bantuan sembako juga pembersihan reruntuhan rumah bekas kebakaran di wilayah RT 11 dan diharapan pula pemerintah segera membangun lagi rumah warga yang mengalami musibah kebakaran tersebut.

“Kami berharap karena sudah tidak memiliki kemampuan untuk membangun rumah yang hangus terbakar itu,” gugahnya.

Sebagian rumah yang terbakar memang menempati lahan milik BUMD PT Jakarta Industrial Estate Pulogadung (JIEP), namun Arif tidak seperti itu karena memiliki lahan milik pribadi.

Pihak Kelurahan Jatinegara sendiri sejak peristiwa kebakaran terjadi telah mendirikan tenda pengungsian, dapur umum, hingga mempersiapkan perlengkapan pakaian, alat mandi, serta perlengkapan tidur untuk korban terdampak kebakaran. Bantuan tersebut didapatkan berkat kolaborasi dengan Suku Dinas Sosial Jakarta Timur. Selain bantuan pemerintah, bantuan juga datang dari warga, sekolahan, partai politik hingga ormas. (Zulfikri)