Peserta Rakernas Forjukafi Bertekad Bangun Literasi Wakaf

Details

Metroonlinews.com, Jakarata  – Forum Jurnalis Wakaf Indonesia (Forjukafi) menyelenggarakan Rapat Kerja Nasional (Rakernas) bertempat di Perpustakaan Nasional, Jakarta , Jumat 7 Oktober 2022.

Pembukaan Rakernas secara virtual oleh Wakil Presiden RI KH Ma’ruf Amin dan dihadiri Gubernur DKI Jakarta, Anies Baswedan, secara virtual.

Sedangkan tokoh yang hadir secara langsung pada Rakernas diantaranya Ketua MPR RI Bambang Soesatyo, Ketua Umum Forjukafi, Wahyu Muryadi, Kabid Komunikasi Persatuan Purnawirawan TNI Angkatan Darat (PPAD) Mayjen TNI (Purn) Sunaryo, Dewan Penasihat Badan Wakaf Indonesia Imam Teguh Saptono dan Presiden Global Wakaf Corporation, Cecep M. Wahyudin.

Ketua MPR RI Bambang Soesatyo yang dalam sambutannya mendukung upaya Forjukafi untuk memasifkan kampanye gerakan wakaf.

Menurut Bamsoet, panggilan akrab Bambang Soesatyo, hingga awal Maret 2022 realisasi wakaf baru mencapai Rp 860 miliar. Padahal potensi yang bisa dihimpun mencapai Rp 180 triliun hingga Rp 370 triliun.

Menurut Bamsoet, Peran Forjukafi sangat penting dalam memperluas literasi masyarakat mengenai wakaf melalui berbagai kanal media massa.

Forjukafi juga bisa membangun opini positif tentang wakaf sehingga masyarakat makin mengetahui fungsi wakaf untuk kesejahteraan umat.

“Saat masih menjadi pemahaman umum bahwa wakaf terbatas dimaknai sebagai menyedekahkan harta tidak bergerak, misalnya tanah untuk pembangunan masjid. Padahal wakaf juga dapat diberikan dalam bentuk lain, misalnya uang. Bahkan seiring kemajuan teknologi, wakaf juga dapat disalurkan secara digital, misalnya berupa saham atau surat-surat berharga,” ujar Bamsoet.

Sementara itu Ketua Umum Forjukafi, Wahyu Muryadi, mengatakan Forjukafi akan membangun literasi wakaf sehingga wakaf bisa menjadi alat untuk meningkatkan kesehatan masyarakat.

Wahyu menambahkan, selama ini literasi wakaf masih sangat minim dibanding literasi zakat maupun infak. Padahal menurut mantan ketua Forum Pemred ini, wakaf bisa memiliki cakupan lebih luas dan bisa memberi kemanfaatan kepada umat manusia baik yang beragama Islam maupun non muslim.

Rakernas Forjukafi berlangsung selama dua hari dari tanggal 7-8 Oktober 2022. Sebagai organisasi baru , Forjukafi juga akan membahas konsolidasi internal, menyusun program kerja dan mengokohkan dasar kelambagaan.

Untuk menjalankan fungsi dan praktik wakaf, Forjukafi juga sudah membentuk yayasan Jala Surga yang akan menjadi nadzir dan menjadikan wakaf sebagai media untuk menyejahterakan masyarakat. (ATA)