- 0
- 2,638 Views
APBD Indramayu 2020 Defisit Tapi Belanja Tidak Langsung Malah Naik 48 Milyar
Details
Metroonlinenews.com, Indramayu – Defisitnya Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) Kabupaten Indramayu menuai kritik dari Anggota Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kabupaten Indramayu, Abdul Rahman dari Fraksi Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDIP).
Dalam akun Facebooknya, Selasa (19/11/2019) Abdul Rohman menuliskan bahwa pendapatan pada KUA-PPAS (Kebijkan Umum Anggaran – Plafon Priotitas Anggaran Sementara) ditargetkan Rp. 3,089 Triliun, namun karena banyak pos pendapatan yang terkoreksi maka pada RAPBD 2020 dipasasang Rp. 2,910 Triliun. Ini artinya ada defisit.
Menurut Anggota Dewan yang menjabat dua periode ini, apabila APBD mengalami defisit maka defisit tersebut dapat dibiayai dengan penerimaan pembiayaan, penggunaan cadangan, penerimaan pinjaman dan lainnya, sehingga tidak menimbulkan risiko fiskal.
Namun, kata Rohman, rekayasa defisit di Indramayu ini agak tidak biasa kalau dibandingkan Kabupaten lain. Penanganan defisit di Indramayu dilakukan dengan cara setiap Dinas dipangkas belanjanya sebesar 20% tanpa memperhatikan skala prioritas yang sudah menjadi kebijakan umum anggaran yang sudah disepakati.
”Dinas- Dinas yang menjadi skala prioritas itu adalah Dinas Pendidikan, Dinas Kesehatan, Dinas PUPR, Satpol PP dan Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD),” kata Rohman ketika dikonfirmasi lewat ponselnya, Rabu siang (20/11/2019).
Harusnya, lanjut Rohman, Dinas- Dinas yang menjadi skala prioritas itu jangan dipangkas anggarannya.
“Lebih parahnya lagi belanja tidak langsung atau belanja pegawai tak sedikit pun dikoreksi bahkan bertambah,” tulis Rohman.
Rohman juga memposting foto halaman lembaran RAPBD Tahun 2020 Kabupaten Indramayu dimana pada pos Belanja Tidak Langsung di Tahun 2020 pada KUA-PPAS sebesar Rp. 1.937.592.269.000, sementara pada APBD sebesar Rp. 1.986.574.858.000. Terdapat kenaikan sebesar Rp. 48.982.589.000.
“Perlu juga diketahui bahwa APBD Tahun Anggaran 2019 Kabupaten Indramayu di angka Rp. 4,012 Triliun, sekarang jauh merosot. Ini terjadi di tahun terakhir masa jabatan pemenang pilkada 2015 yaitu pasangan ANDI,” tulisnya. (Zul/Red)
Leave a Reply
You must be logged in to post a comment.


