Program BSPS DPR RI : Bahan Material Asal, Upah Tukang Belum Dibayar, Masyarakat Kecewa

Details

Metroonlinenews.com, Indramayu – Pelaksanaan program Bantuan Stimulan Perumahan Swadaya (BSPS) yang merupakan program usungan Anggota DPR RI ternyata membuat kecewa masyarakat yang menerima manfaat bantuan itu. Kekecewaan muncul lantaran material bahan bangunan dianggap tidak berkualitas dan ironisnya lagi uang buat upah tukang bangunan hingga kini belum juga cair sehingga menyulitkan warga ketika membangun rumah program BSPS tersebut.

Seperti dijelaskan Daryono, Jumat (29/10/2021), yang orang tuanya selaku penerima program BSPS dan tercatat sebagai penduduk desa Sumbermulya Kecamatan Haurgeulis Kabupaten Indramayu, Jawa Barat.

Menurutnya, material bangunan sudah diterimanya dua bulan yang lalu, hanya saja uang untuk pembayaran tukang bangunan sebesar Rp2,5 juta hingga kini belum diterimanya. Ironisnya lagi bahan material untuk bangunan berkualitas buruk bahkan pasir yang diterima berupa pasir arug, kayu reng banyak yang bengkok, kusen pintu dan jendela yang terbuat dari kayu rawa dan semen yang terlalu lama dikirim sehingga sudah mulai mengeras.

Daryono yang sehari- harinya berprofesi sebagai tukang bangunan, paham betul mana bahan material yang berkualitas dan mana bahan material yang buruk kualitasnya.

Pasir yang diterima untuk membangun rumah layak huni, jelas dia, seharusnya pasir berkualitas baik, bukan pasir arug yang harganya berkisar Rp800 ribu untuk satu mobil dumptruck isi 8 M3.

“Sampai saat ini orang tua saya selaku penerima program BSPS belum menerima nota belanja dari Toko material bangunan,” ungkap Daryono.

Begitu pula yang dialami salah seorang penerima BSPS lainnya yaitu Taryono. Ia mengeluh material yang diterimanya kurang bagus dan uang untuk pembayaran upah tukang bangunan belum juga diterimanya

“Awalnya saya mengajukan bis untuk pembuatan septitank, namun material bahan bangunan itu tidak dikirim dengan alasan anggaran untuk pembelanjaan material jenis itu sudah habis,” kata Taryono.

Ia menambahkan, proses pembangunan rumahnya baru mencapai tahap 70 % karena terkendala biaya, sedangkan uang untuk pembayaran tukang belum juga dia terima.

Lebih miris lagi hal ini terjadi pada seorang jompo yang juga penerima manfaat program BSPS, Turah.  Ia menuturkan, hingga kini dirinya belum mampu membangun rumah tempat tinggalnya meski bahan material bangunan sudah diterima dari Toko material dua bulan lalu karena tidak memiliki biaya untuk membayar tukang bangunan.

“Rumah saya belum dibangun karena belum ada uang buat upah tukang bangunannya. Mau gimana lagi, paling nunggu pencairan dana pembayaran tukang dari program BSPS,” keluh Turah.

Sementara itu Ketua Kelompok penerima manfaat, Feri Jaenal saat dikonfirmasi pada Senin (1/11/2021) menjelaskan, Program BSPS yang merupakan usungan Bambang Hermanto Anggota DPR RI Fraksi Partai Golkar tersebut pada pelaksanaannya selalu melibatkan Toko material yang berada di wilayah Kecamatan Sukra untuk supliernya.

Menurutnya, pengiriman bahan material itu bertahap sejak bulan Agustus 2021 dan hingga saat ini sudah mencapai 90%. Adapun mengenai pencairan untuk upah tukang bangunan, kata dia, bisa dicairkan tanggal 30/10/2021 sebesar Rp1,25 juta per penerima bantuan BSPS. Itu pun, jelas dia, bisa dicairkan untuk 22 orang dari total penerima bantuan sebanyak 30 orang.

“Pengiriman material dilakukan sejak dua bulan lalu, itu pun tidak sekaligus diberikan kepada penerima, sedangkan pencairan upah tukang bangunan tahap pertama dilakukan pada hari Sabtu kemarin untuk 22 orang yang masing- masing menerima separohnya dulu sebesar Rp1,25 juta,” jelas Feri.

Fery mengungkapkan, selaku Ketua Kelompok dirinya mengusulkan agar Toko material yang berada di wilayah Desa Sumbermulya sebagai suplier, namun entah bagaimana justru Toko material yang dari wilayah Kecamatan Sukra yang jadi supliernya. Menurutnya, ia hanya menerima Daftar Rencana Pemanfaatan Bantuan (DRPB) yang berisi jumlah bahan material yang dibutuhkan oleh KPM dengan rician harganya, sedangkan untuk faktur pembelanjaan barang dibawa lagi oleh pengirim material.

Kuwu Desa Sumbermulya saat dimintai tanggapannya terkait pelaksanaan program BSPS di wilayahnya itu mengatakan, dirinya tidak terlibat apapun pada pelaksanaan program itu. Menurutnya ia sekedar mengetahui dan sebagai penerima manfaat program itu saja.

“Sudah ada pendamping dan Ketua Kelompok yang mengurusi hal itu,” ujarnya.

Pendamping lapangan Program BSPS, Dede, saat dikonfirmasi melalui pesan Wathsap hanya membalas sedang sibuk diluar kota. Sedangkan Anggota DPR RI Bambang Hermanto yang mengusung program tersebut ketika dihungi ponselnya tidak menjawab.

(Gunawan)

Program BSPS DPR RI : Bahan Material Asal, Upah Tukang Belum Dibayar, Masyarakat Kecewa