- 0
- 1,721 Views
Dikira Batu Akik, Ternyata Fosil Gajah Purba Ditemukan di Indramayu
Details
Metroonlinenews.com, Indramayu – Sebuah fosil hewan vertebrata jenis stegodon atau gajah purba ditemukan warga di lembah sungai Cilalanang yang sangat terjal. Fosil tersebut ditemukan Unang Herman, warga Dusun Ciwado Desa Cikawung Kecamatan Terisi Kabupaten Indramayu.
Menurut Unang, fosil hewan tersebut ditemukan saat dirinya melakukan aktivitas di sekitar obyek wisata alam Ciwado. Awalnya, kata Unang, temuan tersebut dibiarkan berserak di atas tanah. Namun, kemudian temuan tersebut diambil dan dibawa pulang ke rumahnya karena ada keinginan untuk digosok dibuat batu akik.
“Masyarakat di sini tidak tahu kalo itu fosil. Dan dibiarkan saja di lembah. Batu diangkat dan dibawa pulang setelah ada keinginan untuk dibuat batu akik,” kata Unang, Selasa (14/1/2020).
Bahkan, lanjut Unang, karena ketidaktahuan masyarakat, banyak warga yang menjadikan fosil tulang berukuran panjang dijadikan tungku untuk memasak di dapur.
Akhirnya, kata Unang, keinginan membuat batu akik pun diurungkan. Batu tersebut kemudian disimpan di pos wisata Ciwado. Menurutnya, ia mengetahui temuannya itu merupakan fosil setelah bertemu Turidi, seorang fotografer asal Jakarta dan memperlihatkan temuannya tersebut.
Setelah tahu bahwa itu fosil, kemudian temuan tersebut langsung diinformasikan kepada Tim Ahli Cagar Budaya (TACB) Kabupaten Indramayu.

Menurut Ketua TACB Kabupaten Indramayu, Dedy Musashi, dari hasil konsultasi dengan DR Lutfi Yondri, peneliti utama di Balai Arkeologi Bandung, sudah dapat dipastikan bahwa benda tersebut adalah fosil hewan vertebrata jenis stegodon atau gajah purba.
“Fosil yang ditemukan di Ciwado ini memiliki panjang 32 Cm dan lingkar tulang 22 Cm,” jelas Dedy.
Selain ditemukan fosil tulang hewan vertebrata, juga ditemukan serpihan tulang dan taring hewan serta molusca yang banyak menempel di dinding batu setelah tim TACB Indramayu bersama Kasi Cagar Budaya Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Kabupaten Indramayu Tinus Suparto menyusur ke lokasi sekitar temuan dengan radius 1 kilo meter.
“Saat ini fosilnya kita amankan dulu di lokasi yang aman agar terhindar dari buruan pemburui fosil illegal,” kata Dedy.

TACB Kabupaten Indramayu, lanjut Dedy, sudah melaporkan temuan tersebut kepada Balai Bandung dan Balai Pelestarian Cagar Budaya di Banten. Dari laporan ini akan ditindaklanjuti ke Balai Pelestarian Situs Manusia Purba (BPSMP) Sangiran.
Ditanya mengenai usia fosil tersebut, Dedy menjelaskan pihaknya tidak bisa menduga- duga karena dipeelukan penelitian lanjutan yang melibatkan disiplin ilmu paleontologi dan geologi.
“Namun berdasarkan literasi yang ada menyebutkan masa hidup gajah purba diperkirakan pada masa pleistocen awal afau sekitar 1,5 juta tahun yang lalu,” ujar Dedy.
Selain di Indramayu, sambung Dedy, tim geologi juga menemukan fosil stegodon di Kabupaten Majalengka berupa gading dengan ukuran panjang mencaoai 3 meter. Temuan serupa juga ditemukan di situs Semedo Kabupaten Tegal. (Agus Setiawan/ Red).
Leave a Reply
You must be logged in to post a comment.
