ZWI Dorong Masjid Jadi Pusat Pengelolaan Sampah Zero Waste

Details

Metroonlinenews.com, Jakarta – Pengurus Pusat Zero Waste Indonesia (ZWI) mendorong masjid menjadi pusat pengelolaan sampah berbasis mudah, murah, dan berkelanjutan.

Hal tersebut disampaikan Pengurus Pusat ZWI Slamet Bahari saat Sosialisasi Pengolahan Sampah di Masjid Al Husna, Pondok Jagung, Tangerang, Jumat (26/12/2025).

Slamet mengatakan, selama ini sampah selalu dianggap sebagai masalah, padahal dengan konsep Zero Waste Indonesia, sampah justru bisa menjadi berkah dan sumber nilai ekonomi.

Semua sampah, baik organik maupun campuran pada intinya bisa diolah menjadi media tanam. Dari situlah bisa menghasilkan tanaman pangan, pakan ternak, hingga biomassa yang dapat diubah menjadi energi.

Dijelaskannya, hasil panen tanaman tidak hanya dimanfaatkan untuk konsumsi, tetapi sisa batang dan daun dapat diolah kembali menjadi biomassa melalui teknologi seperti pirolisis. Dengan demikian, pengelolaan sampah dapat diselesaikan langsung di lingkungan masjid, RT, dan RW tanpa perlu dikirim ke TPS maupun TPA yang saat ini banyak mengalami kelebihan kapasitas.

Masjid dipilih karena memiliki peran strategis sebagai pusat aktivitas umat. Selain tempat ibadah, masjid juga berfungsi sebagai pusat edukasi, sosial, dan kesehatan lingkungan.

Pengelolaan sampah pun bagian dari ibadah yakni Kebersihan adalah sebagian dari iman. Jika masjid menjadi contoh, maka masyarakat di sekitarnya akan ikut bergerak mengelola sampah agar menjadi energi terbarukan.

Slamet juga menepis anggapan bahwa konsep zero waste akan meminggirkan peran pemulung dan petugas kebersihan. Justru sebaliknya, mereka akan diberdayakan dengan keterampilan baru dalam mengolah sampah menjadi produk bernilai sehingga berpotensi meningkatkan pendapatan.

ZWI menilai konsep ini mudah direplikasi dan dapat diterapkan secara luas, mulai dari tingkat RT, RW, hingga nasional. Slamet pun optimistis, jika masjid-masjid di Indonesia menerapkan konsep ini, persoalan darurat sampah di berbagai daerah dapat diatasi secara bertahap.

Sementara itu turut mendampingi Tim ZWI, Ajeng Wirda S, Ustadz Agus Abdullah Mubarak, Karwan, Zulfikri D Jacub, dan Mardali. (Zulfikri)