Setelah Viral, Pintu Dan Jendela Kelas SDN Haurgeulis Kolot Kembali Terpasang
Details
Metroonlinenews.com, Indramayu – Peristiwa pembongkaran jendela dan pintu ruang kelas SDN Haurgeulis Kolot Kecamatan Haurgeulis Kabupaten Indramayu Jawa Barat, padahal baru selesai dibangun dan sempat viral karena videonya beredar di media sosial. Jendela dan pintu ruang kelas itu akhirnya kembali dipasang oleh para pekerja yang sebelumnya melakukan pembongkaran tersebut, Kamis malam (5/2/2025).
Sebelumnya, SDN Haurgeulis Kolot memperoleh bantuan rehab ruang kelas dengan anggaran yang bersumber dari Dana Alokasi Umum (DAU) APBD Kabupaten Indramayu tahun 2024 sebesar 246.400.000 rupiah dan selaku pemenang tender CV.Qiara, perusahaan yang berasal dari Kabupaten Majalengka.
Saat awak media mendatangi lokasi SDN Haurgeulis Kolot, Rabu (5/2/2025) malam hari, terlihat beberapa pekerja sedang memasang kembali jendela dan pintu ruang kelas yang sebelumnya sempat dibongkar. Para pekerja itu enggan memberikan keterangan dengan dalih hanya melaksanakan pekerjaan pemasangan kembali pintu dan jendela ruang kelas. Para pekerja itupun menyatakan persoalannya sudah selesai sehingga harus terpasang.
“Persoalannya sudah selesai, jadi kami pasang kembali pintu dan jendela kelasnya,” ucap salah seorang yang berada dilokasi tanpa mau menyebut namanya.
Sementara itu, Sartipah, Kepala SDN Haurgeulis Kolot saat ditemui ke-esokan harinya diruang kerjanya, Kamis (6/2/2025), menuturkan, peristiwa pembongkaran jendela dan pintu ruang kelas tersebut diketahuinya saat kembali kesekolah untuk absen sore hari sekira pukul 16.00 wib, Selasa (4/2/2025). Sartipah sempat menanyakan kepada sejumlah orang yang mengaku ditugaskan membongkar jendela dan pintu ruang kelas tersebut. Hanya saja dijawab bahwa hal itu merupakan urusan pihaknya dengan Disdikbud Kabupaten Indramayu.
“Bapaknya gak bisa ditanya, hanya bilang ini urusan saya dengan dinas,” ucap Sartipah.
Sartipah juga segera menghubungi pihak Disdikbud untuk melaporkan kejadian pembongkaran jendela dan pintu ruang kelas tersebut, kemudian keesokan harinya Sartipah bersama Komite Sekolah mendatangani kantor Disdikbud Kabupaten Indramayu untuk melaporkan terkait persoalan tersebut.
Dari hasil pertemuan di Disdikbud, antara pihak dinas, pekerja dan orang yang kemungkinan pemborongnya diperoleh kesepakatan jendela serta pintu kelas akan kembali dipasang pada malam harinya. Adapun kesepakatan seperti apa, tidak diketahui secara pasti karena saat pertemuan berlangsung keberadaan Sartipah tidak didalam ruang pertemuan.
“Dari hasil pertemuan kemarin, antara dinas, pekerja dan orang yang kemungkinan pemborongnya dipertemukan, akhirnya diperoleh kesepakatan dan jendela serta pintu kelas kembali dipasang malam harinya, namun mengenai kesepakatannya saya tdak mengetahuinya karena saya menunggu di luar sebab ruangannya terbatas,” terang Sartipah.
(Gunawan)