Maksimalisasi Program CP Waduk Cipancuh

Details

Metroonlinenews.com, Indramayu – Dalam rangka pelaksanaan program Community Participatory (CP) DOISP 2 di bendungan Cipancuh, BBWS Citarum melalui PPK OP SDA III Satuan Kerja Operasi dan Pemeliharaan Sumber Daya Air, melaksanakan kegiatan penguatan jejaring antara Komunitas, Pemerintah, Dunia usaha, Dunia pendidikan dan Media tahun 2022 di aula kantor BPP Haurgeulis Kabupaten Indramayu Jawa Barat, Rabu (30/11/2022).

Kepala Satker Operasi dan Pemeliharaan SDA Citarum BPK Operasi dan Pemeliharaan SDA III , Yovi Maulana Yusuf mengatakan, dengan adanya program Community Participatory diharapkan dapat memupuk kesadaran masyarakat agar tumbuh rasa nemiliki yang tingg dalam melestarikan bendungan Cipancuh.

“Salah satunya dengan membentuk wadah Forum Komunitas Waduk Cipancuh yang di dalamnya terdiri dari Kelompok Masyarakat seperti Kelompok Wanita Tani dari wilayah di sekitar Waduk Cipancuh dengan di-isi beragam kegiatan yang bersifat ekonomis dan produktif,” ujar Yovi.

Anang Maghfur, salah seorang fasilitator kegiatan tersebut mengungkapkan, rangkaian Program Community Participatory diantaranya melakukan edukasi terhadap masyarakat dan penguatan kelembagaan dengan melakukan pendampingan terhadap kelompok masyarakat yang merupakan binaan Forum Komunitas Waduk Cipancuh untuk mengembangkan kreatifitas usaha ekonomi produktif, salah satunya dengan pembuatan ECO Enzim.

“Selain melakukan kegiatan reboisasi di area Green Belt, juga melakukan pendampingan di berbagai wilayah dengan menguatkan kelompok wanita tani yang merupakan binaan dari Forum Komunitas Waduk Cipancuh, membuat lokakarya diantaranya membuat ECO Enzim dan nutrisi – nutrisi yang lain untuk tanaman, termasuk budidaya lebah tanpa penyengat atau klenceng,” papar Anang.

Sementara itu, Usin Sugiarto, Sekretaris Forum Komunitas Waduk Cipancuh menjelaskan, kegiatan tersebut merupakan penguatan program Community Participatory dengan para pihak terkait, supaya kedepan Forum Komunitas Waduk Cipancuh tidak berjalan sendiri sehingga pelaksanaan program Community Participatory bisa berjalan dengan lancar.

“Walau pada awalnya belum ada dukungan dari pihak terkait lainnya, namun dengan adanya konsep Penta Helix, pelaksanaan program tersebut bisa dilakukan secara maksimal,” ucap Usin.

(Gunawan)