Babi Hutan Serang Warga, Satu Orang Diamputasi

Details

Metroonlinenews.com, Indramayu – Seekor babi hutan menyerang dan masuk pemukiman warga di Desa Bantarwaru Kecamatan Gantar Kabupaten Indramayu, Jawa Barat.

Serangan babi hutan ini mengakibatkan 7 orang terluka cukup parah bahkan jari tangannya ada yang diamputasi.

Ceceng Samsudin, Kepala Dusun Cijambe Desa Bantarwaru, Kamis (1/12/2022), menuturkan, kejadiannya pada Senin kemarin, awalnya babi hutan menyerang seorang warga yang sedang berada di sawah, kemudian beberapa warga yang melihat penyerangan babi hutan itu bersama dirinya mencoba menghalau namun ternyata binatang itu berusaha menyerang balik dan akhirnya masuk ke area pemukiman menyerang siapapun warga yang ditemuinya.

“Saat itu saya sedang bekerja di sawah, tidak jauh dari tempat saya bekerja, saya melihat seekor babi dewasa menyerang seseorang, saya bersama beberapa orang berusaha menolong dan menghalau babi tersebut, namun babi itu malah berusaha menyerang kami dan berlari ke arah pemukiman,” ungkap Ceceng.

Serangan babi hutan di Desa Bantarwaru itu menurut Ceceng Samsudin, baru pertama kali terjadi walau sebelumnya sempat terlihat berkeliaran di area pesawahan namun tidak masuk pemukiman warga dan berkeliarannya babi hutan itu semenjak hutan jati di area sekitar Bendungan Sadawarna ditebang.

Mastam, salah seorang korban serangan babi hutan menuturkan, berawal dirinya hendak menolong warga yang diserang babi hutan di sawah, namun nahas, dirinya malah menjadi korban yang mengakibatkan salah satu jari tangannya tergigit babi hutan sehingga harus diamputasi di Rumah Sakit Ciereng Subang.

“Saat itu saya sedang berada di sawah, ketika melihat ada orang yang diserang babi hutan, saya bermaksud menolong, namun saya malah ikut diserang oleh bantu tersebut, jadi tangan saya digigit, setelah babi tersebut pergi, saya langsung pergi ke klinik namun karena tidak sanggup, akhirnya saya dirujuk ke Rumah Sakit Ciereng Subang, disana jari saya diamputasi,” terang Mastam.

Meski demikian, hingga saat ini, babi hutan yang masuk pemukiman dan menyerang warga itu masih belum tertangkap, berkeliaran bebas, menebar bahaya kepada warga desa.

(Gunawan)