Kakaknya Ditahan Polisi, Cangkol Beberkan Kronologis Kericuhan LSM GRIB di Ponpes Al-Zaitun
Details
Metroonlinenews.com, Indramayu – Cangkol, warga Kecamatan Losarang Kabupaten Indramayu yang merupakan adik dari Cipet alias Sudarsono anggota Ormas DPC GRIB Indramayu membeberkan kronologis kericuhan di Pondok Pesantren (Ponpes) Al-Zaitun beberapa waktu lalu. Tindakan ini dilakukan sebagai sikap tidak terima karena Anggota GRIB hanya kakaknya saja yang ditahan di Polres Indramayu terkait kericuhan pada tanggal 21 Februari 2022 lalu.
Cangkol menuturkan, sebelum kejadian Cipet ditelepon oleh Uun yang merupakan Ketua PAC GRIB Pasekan. Uun meminta bantuan Cipet untuk membantu saudaranya Uun yang sekolah di Al-Zaitun yang sudah lima tahun dan tinggal dua bulan lagi mau lulus tapi dikeluarkan dari sekolah karena berantem sama anaknya Pengurus Al-Zaitun karena dituduh mencuri HP.
“Kang Cipet pernah bercerita semuanya. Karena Kang Kang Cipet dimintai batuan oleh Uun, Kang Cipet akan membantu karena kenal orang dekat Syech Panji Gumilang yang bernama Gendut. Namun Uun menjawab nanti dulu bergeraknya karena akan menemui Ketua DPC GRIB Haji Tarkani dulu di rumahnya,” terang Cangkol.
Esok harinya, lanjut Cangkol, Uun dengan Kemol menjemput kang Cipet ke Pangkalan menggunakan mobil Rush warna hitam dan berangkat menuju Ponpes Al-Zaitun. Menurut Cangkol, Kemol itu orang DPP. Dalam perjalanan Kemol menelepon beberapa Ketua PAC GRIB Kroya, Haurgeulis, Gantar dan Anjatan.
“Setelah sampai di lokasi, kang Cipet kaget karena banyak anggota GRIB, mobil yang ditumpanginya distop Security Al-Zaitun. Setelah dijelaskan maksud dan tujuannya datang ke Al-Zaitun akhirnya bisa masuk,” terangnya.
Security Al-Zaitun, kata Cangkol, saat itu mengatakan nanti ada pengurus Ponpes Al-Zaitun yang akan nenemui orang- orang GRIB. Namun setelah menunggu selama 3 jam pihak pengurus Al-Zaitun tidak ada yang mau menemui orang orang GRIB. Sehingga terjadilah kericuhan sampai ada yang melempar kursi.
“Kalau dilihat dari video yang sudah viral, kang Cipet hanya gebrak meja dan memegang kepalanya Security, Kang Cipet sama sekali tidak melakukan pemukulan tapi anggota GRIB hanya Kang Cipet saja yang ditahan. Sedangkan Ketua PAC Pasekan Ibu Uun dan Kemol serta yang memukul tidak ditetapkan Tersangka,” ungkapnya.
Sementara itu, Ketua PAC Kecamatan Pasekan Uun saat dikonfirmasi melalui aplikasi pesan singkat, mengatakan sudah tidak ada masalah lagi, peristiwa kericuhan GRIB di Pesantren Al-Zaitun dianggap sudah selesai.
“Ya sudah tidak ada permasalahan lagi, itu salah paham dan ada segelintir kelompok yang benci terhadap LSM kami, jadi permasalahan kecil di besar- besarkan. Terus ada saudara kita minta tolong untuk klarifikasi ke Al-Zaitun, kenapa tidak kita bantu, itu pun kalau bisa, kalau tidak bisa ya mungkin sudah nasib saudara kita untuk keluar dari Al-Zaitun,” terang Uun.
Uun menjelaskan, ia bergerak karena merasa tidak tega ada anak sedang menuntut ilmu di Al-Zaitun sudah 5 tahun, tinggal 2 bulan lulus sekolah, gara- gara berantem sama anaknya Pengurus jadi dikeluarkan tanpa belas kasihan. Apa lagi Pesantren Al-Zaitun itu mahal, orang miskin mana mampu bersekolah di situ.
Ditanyakan soal ada anggota GRIB yang ditahan, Uun mengarahkan awak media untuk konfirmasi ke Ketua DPC GRIB Indramayu Haji Tarkani. “Kalau masalah itu saya tidak tahu, tanya saja ke ketua DPC GRIB,” kata Uun.
Sementara itu, Ketua DPC GRIB Indramayu Haji Tarkani dan Kasat Reskrim Polres Indramayu AKP Luthfi Olot Gigantara ketika dikonfirmasi lewat WhatsApp belum memberikan jawaban. (Guntur).
Kakaknya Ditahan Polisi, Cangkol Beberkan Kronologis Kericuhan LSM GRIB di Ponpes Al-Zaitun