BNN RI Berhasil Amankan 30 Pelaku Pengedar dan Amankan Ribuan Kg Narkoba

Details

Metroonlinenews.com Jakarta – Badan Narkotika Nasional Republik Indonesia (BNN RI) yang bersinergi dengan Direktorat Jenderal (Dirjen) Bea dan Cukai berhasil mengungkap sejumlah kasus peredaran gelap narkotika dan satu kasus clandestine laboratorium di Indonesia.

Dalam press release yang di gelar BNN di kabtor BNN RI Jakarta, Senin (7/12022) kemarin, Kepala BNN RI Dr. Petrus R. Golose menjelaskan, dalam kurun waktu tiga bulan, September sampai awal November 2022, pihak BNN RI bersama Dirjen Bea dan Cukai berhasil mengungkap tujuh kasus peredaran gelap narkotika dan satu kasus clandestine laboratorium.

Ditambahkan, dalam kasus ini, pihak juga berhasil menangkap para pelaku dengan jumlah tersangka sebanyak 30 orang.

Barang bukti narkotika yang disita dari kedelapan kasus tersebut adalah 354,63 Kg sabu; 197,41 Kg ganja; 105.630 butir dan 451 gram ekstasi; serta prekursor narkotika. Sedangkan barang bukti lainnya yang disita oleh BNN RI adalah 9 unit mobil dan 2 perahu kayu jenis Oskadon.

Pihak BNN juga menggrebek sebuah ruko pempek di kawasan Pekanbaru, Riau, yang diduga digunakan sebagai tempat pembuatan narkotika jenis inex.

Dari kasus ini, pihak BNN mengamankan dua orang tersangka berinisial I dan H dengan barang bukti berupa 2.385 butir dan 451 gram ekstasi, 1 gram sabu, serta bahan-bahan lain yang digunakan untuk membuat narkotika.

Berdasarkan pengakuan I, dalam sehari Ia mampu memproduksi sebanyak 300 butir ekstasi. Diketahui bahwa clandestine lab ini dilakukan oleh jaringan sindikat narkotika Malaysia – Dumai – Bengkalis – Pekanbaru.

Dijelaskan, para tersangka akan dijerat dengan Pasal 114 (2) jo Pasal 132 ayat 1 dan 2, pasal 113 (2), pasal 112 (2), pasal 111 (2), Undang-Undang Narkotika No. 35 Tahun 2009, dengan ancaman maksimal hukuman mati atau penjara seumur hidup.(bal/ foto: ist)