Mahasiswa dan Pimpinan Organisasi Sipil Perjuangkan Demokrasi Hingga Tolak Perppu Ciptaker
Details
Metroonlinenews.com, Jakarta – Agenda tolak penundaan Pemilu dan mencegah perpanjangan masa jabatan prresiden untuk ketiga kalinya hingga kesepakatan mahasiswa termasuk pimpinan organisasi sipil menolak Perppu Ciptaker menjadi agenda bersama yang akan disuarakan pada Protes Rakyat Indonesia (PRI), Selasa 28 Februari 2023, di Gedung DPR RI Jakarta.
Ada 9 tuntutan yang berhasil dirumuskan dalam pertemuan Konsolidasi Protes Rakyat Indonesia di Aula Kepresidenan Mahasiswa (Kepresma) Universitas Trisaksi (USAKTI), Grogol, Jakarta, Rabu (22/2/2023).
Menurut Ketua Kepresma USAKTI, Vladima Insan Mardika, konsolidasi mahasiswa dengan pimpinan organ sipil dimaksudkan menyatukan visi dan aksi bersama pada 28 Februari 2023. Pada 24 Februari, mereka akan menyerahkan dokumen keberatan secara formil kepada DPR.
Bisma Ridho, Mahasiswa Astronomi dari ITB mengapresiasi Kepresma USAKTI yang telah berhasil mempersatukan elemen-elemen masyarakat dari mahasiswa, petani hingga buruh menunjukkan kemampuan dan kekuatan terhadap rezim oligarkhi saat ini.
Dia mengingatkan agar mahasiswa tidak lupa pada isu penundaan Pemilu, perpanjangan masa jabatan Presiden Jokowi untuk yang ketiga kalinya dan penghapusan ambang batas pencalonn Presiden. Isu ini akan terus dimatangkan terus kedepannya.
Sudah dibahas pula soal demokrasi bahwa akar masalah demokrasi itu adalah pada political trashold yang 20 % sehingga menciptakan polarisasi secara politik. Dalam sistem ini siapapun calon presidennya tetap akan berada di bawah kendali oligarkhi.
Mahasiswa sudah melihat indikasi perpanjangan masa jabatan kepala desa untuk ketiga kalinya sebagai tanda kemungkinan Presiden juga akan mengingikan perpanjangan masa jabatan presiden untuk ketiga kalinya.
Selain itu hasrat dan birahi penundaan Pemilu, Perpanjangan masa jabatan presiden dan mempertahankan political trashold dengan munculnya para oligarkhi sudah kelihatan sekali upaya penggusuran demokrasi.
Bagi Nenek Sunarti dari Serikat Buruh Seluruh Indonesia ’92 (SBSI), terus menyemangati dan mendukung perjuangan mahasiswa untuk terus bergerak melawan kezaliman rezim oligarkhi merupakan hal yang wajib karenas nasib bangsa dan negara kedepan berada di Pundak generasi muda .
Sementara itu dalam sambutannya, Ketua Kepresma USAKI, Vladima menyesalkan adanya pembatalan izin dari pihak Kampus yang sebelumnya direncanakan tempat di Plaza, ruang terbuka taman di Kampus A USAKTI.
Agenda pertemuan yang sebelumnya dijadwalkan pada pukul 15.00 bergeser hingga pukul 16.30 WIB. Peserta yang hadir memadati ruang sempit berukuran 3×5 meter dan sebagian lainnya duduk berjejer di tangga.
Sedikit ada 30 elemen yang hadir dari mulai jaringan Mahasiwa hingga pimpinan Organisasi Sipil.
Tampak hadir. YLBHI, PPMI, KASBI, FS Maritim, Komunitas Ojol Jaringan Pelajar, HIMA Polindo, dan lain-lain. (Zul)