Program Aspirasi Usungan Parpol, Uang PIP Dipotong

Details

Metroonlinenews.com, Indramayu – Maraknya pemberitaan mengenai dugaan pemotongan uang penyaluran Program Indonesia Pintar (PIP) yang diterima siswa Sekolah Menengah Kejuruan Negeri 1 Gabus Wetan Kabupaten Indramayu, Jawa Barat, sebesar 900 ribu rupiah dari yang seharusnya diterima persiswa 1 juta rupiah, dibenarkan oleh Kepala Sekolah. Selasa (14/2/2023).

Kepala SMK Negeri 1 Gabuswetan, Maska, menjelaskan, rencana awal uang 900 ribu itu untuk pembayaran kebutuhan siswa berupa kegiatan sekolah yang akan dilaksanakan maupun untuk pembayaran tunggakan keuangan siswa.

“Uang 900 ribu itu memang ada di pihak sekolah dan awalnya untuk kegiatan seperti uji kompetensi dan untuk pembayaran tunggakan bagi siswa yang masih mempunyai hutang pakaian seragam serta sepatu di toko,” tutur Kepsek SMKN 1 Gabuswetan.

Mengenai adanya aliran dana dari hasil pemotongan yang akan diberikan untuk pengusung program tersebut, menurut Maska, awalnya memang sudah disepakati, namun karena sekarang sudah ramai dan dianggap salah, maka rencananya akan dikembalikan sesuai dengan aturan yang ada.

“Program tersebut merupakan usungan Anggota Legislatif dari salah satu Partai Politik, hanya saja Anggota Dewan yang terhormat itu tidak diketahui namanya, program itupun berawal dari seseorang bernama Suryanto datang di sekolah menawarkan program melalui usungan Anggota Dewan, namun tidak diketahui posisinya sebagai apa dan mengenai persentase untuk pengusung program itu, merupakan kesepakatan antara wali murid dengan pihak Komite Sekolah,” jelas Maska.

Sementara itu, Komite Sekolah Menengah Kejuruan Negeri 1 Gabuswetan, Carinyan, menuturkan, adanya pemotongan uang 900 ribu merupakan hasil kesepakatan antara wali murid dan Komite sekolah namun untuk mekanisme penerapannya diserahkan kepada pihak sekolah.

“Awalnya ada bantuan dari aspirasi itu saya ga tau, setelah itu dilakukan musyawarah, tadinya ada kesepakatan – kesepakatan, tapi mekanismenya saya ga ngerti, itu urusan sekolah,” ucap Carinyan.

Madi, salah seorang wali murid, mengatakan, saat musyawarah tidak dijelaskan secara rinci peruntukan potongan uang bantuan dari program PIP itu, hanya disebutkan untuk transport dan administrasi saja.

“Anak saya yang mengambil uang di bank dengan didampingi guru, setelah pulang kerumah dia menyerahkan uang 100 ribu dan yang 900 ribu lagi diserahkan kepada guru, katanya untuk kegiatan di sekolah,” ungkap Madi.

(Gunawan)