Abaikan Barang Mewah, Pencuri Sasar Ribuan Buku Pelajaran
Details
Metroonlinenews.com, Indramayu- Menghadapi libur semester, ribuan buku pelajaran Sekolah Dasar di sejumlah Kecamatan di Kabupaten Indramayu, Jawa Barat, hilang di curi orang tak dikenal.
Diantaranya di SDN 2 Sukagumiwang, Kecamatan Sukagumiwang, Di sekolahan yang gedungnya berlokasi disisi jalan raya Pantura itu seribu tigaratusan buku pelajaran dari setiap ruang kelas raib digondol maling.
Pantauan Tim Metroonlinenews.com di SD Negeri 2 Cadangpinggan, terlihat etalase kaca tempat penyimpanan buku pelajaran setiap ruang kelas tampak kosong. Tersisa beberapa buku pelajaran itupun sudah usang dan lapuk.
Kepala SD Negeri 2 Cadangpinggan, Neneng Juaningsih menjelaskan peristiwanya terjadi pada Sabtu (24/12/2022) malam lalu. Gerbang sekolah dan kunci gembok ruang kelas di rusak dan 1300 an buku raib.
“Waktu itu ada guru kelas 1 datang namanya ibu Siti Komariah, kebiasaan guru itu begitu datang di sekolah langsung ngontrol kelas dulu. Dia kaget karena etalase sudah kosong, buku di atas etalase juga kosong. Dia panik dan lapor ke saya,” katanya.
Kejadian hilangnya buku pelajaran itupun spontan membuat geger warga Sekolah saat ada momen penyerahan buku raport siswa Sabtu lalu, justru hampir semua buku di 5 ruang kelas raib. Bahkan, etalase di ruang kelas 4 pecah akibat ulah maling.
Ironisnya lagi buku-buku yang hilang itu bukan buku biasa, rata-rata buku yang hilang itu menjadi panduan sebanyak 210 siswa SDN 2 Cadangpinggan. Total hampir mencapai 1300 unit buku pelajaran berbagai jenis seperti buku paket, buku LKS yang raib disikat maling.
“Jadi kalau jumlah buku itu lebih dari jumlah siswa. Kan untuk satu pelajaran aja bisa 50 jika jumlah siswa satu kelas. Belum lagi buku-buku lainnya,” ujarnya.
Aksi pencurian itu diduga dilakukan pada malam hari. Dengan menjebol kunci gerbang sekolah, dan mencongkel setiap kunci gembok ruang kelas.
“Katanya ada mobil pikup parkir di depan sekolah pada malam itu. Tapi nggak tau persisnya, pas pagi baru ketahuan semua buku hilang,” lanjut Neneng.
Neneng mengaku tidak mempekerjakan secara khusus untuk menjaga sekolah. Namun, demi keamanan, pihaknya sudah memasang pagar mengelilingi sekolah dan gerbang besi.
“Disini memang tidak ada petugas jaga malam, makanya kami pakai gerbang. Harusnya sih ada, tapi kan upahnya dari mana,” jelasnya.
Neneng mengungkapkan, hilangnya buku paket pelajaran itu sangat merugikan. Jika dihitung, nilai kerugian akibat kehilangan buku-buku tersebut sekitar Rp 26 juta. Selain itu, para siswa jadi kehilangan buku pegangan mereka dalam belajar.
Pengawas Bina SD Kecamatan Sukagumiwang, Arsil Arifin, membenarkan kejadian tersebut. Dia pun sudah mengecek langsung ke lokasi kejadian. ”Ternyata benar. Semua buku paket pelajaran di lima kelas habis dicuri,” kata Arsil.
Arsil pun memerintahkan kepala sekolah untuk melaporkan ke polisi karena buku paket pelajaran siswa itu merupakan barang milik negara. Selain itu, upaya pelaporan juga dimaksudkan untuk mencegah agar peristiwa pencurian tersebut tidak terjadi di sekolah-sekolah lainnya. Info dari Disdikbud Indramayu jumlah sekolah yang mengalami pencurian buku-buku pelajaran sudah mencapai 25 SD sehingga Asril memperintahkan para guru agar mengadakan piket setiap hari di sekolah meski sedang libur serta berkordinasi dengan Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Indramayu. (Tim)