Pengembangan Area Green Belt Waduk Cipancuh
Details
Metroonlinenews.com, Indramayu – Dalam upaya merawat waduk Cipancuh agar tidak terjadi penumpukan sedimen berlebih, Forum Komunitas Waduk Cipancuh (FKWC) melakukan kegiatan konservasi wilayah green belt di area sekitar waduk, Sabtu (22/10/2022).
Ahmad Muharam, Fasilitator CP DOISP 2 PPK OPSDA III BBWS Citarum yang akrab dipanggil Abah, menjelaskan, kegiatan tersebut merupakan evaluasi green belt tahap awal yang tersebar dibeberapa lokasi di sekitar area waduk Cipancuh, sedangkan untuk lokasi green belt di Blok Nambo Desa Gantar populasi yang berkembang berupa pohon mangga dan kelapa, dimana lebih dari 70 % bibit yang ditanam, tumbuh cukup baik.
“Karena dari hasil evaluasi, dari beberapa bibit tanaman yang ditanam dilokasi ini, hanya populasi mangga dan kelapa yang tumbuh cukup baik, maka kami akan kembangkan lagi pada tahap ke 2 sekarang, juga sesuai dengan keinginan masyarakat penggarap dan FKWC,” tutur Abah.
Pengembangan populasi tanaman di lokasi Green belt merupakan reward kepada masyarakat dan anggota komunitas yang berada di lokasi tersebut dengan memberikan lagi bibit tanaman baru berupa bibit pohon mangga sebanyak 200 pohon dan bibit kelapa sebanyak 75 pohon.
“Kedepan kita akan coba lagi membuka link kerjasama baik untuk pengadaan bibit maupun penanamannya dengan berbagai pihak terkait pengembangan green belt ini,” ucapnya.
Sementara itu Ketua FKWC, Warsono yang akrab dipanggil Ucok menambahkan, diadakannya green belt disekitar wilayah waduk Cipancuh dengan melibatkan masyarakat sekitar, selain menjaga terjadinya sedimen berlebih dan untuk penghijauan diarea wadukan, juga diuntungkan dari segi ekonomi, karena hasil dari tanaman tersebut bisa dimanfaatkan oleh masyarakat.
“Konsepnya agar masyarakat sekitar ikut menjaga dan memelihara waduk dan nantinya masyarakat pun akan memperoleh keuntungan dari hasil tanaman yang ditanam di area green belt,” pungkasnya.
(Gunawan)