Bocah Korban Tenggelam di Pantai Mekarsari Patrol, Kondisinya Mengenaskan
Details
Metroonlinews.com, Indramayu – Suasana haru menyelimuti rumah bocah korban tenggelam saat berenang di pantai laut Desa Mekarsari Kecamatan Patrol Kabupaten Indramayu Jawa Barat, Jum’at (26/8/2022). Tangis histeris keluarga terjadi ketika jenazah korban tiba di rumah duka.
Korban yang diketahui bernama Muhamad Rizky berusia 9 tahun bersama 5 orang temannya, berenang di pantai Desa Mekarsari pada hari Minggu (21/8/2022), tidak lama berselang mendadak datang ombak besar dan menyeret tubuh mereka, 5 korban berhasil selamat, namun nahas Rizky, korban terseret dan hanyut dibawa ombak.
Camat Patrol, Rusyad Nurdin usai mengikuti prosesi pemakaman jenazah menuturkan, Korban ditemukan pertama kali oleh petugas scurity PLTU I Sukra yang tergabung dalam tim SAR gabungan, Jum’at (26/8/2022) saat melakukan patroli penyisiran sekira pukul 01.45 WIB di pantai sebelah timur breakwater PLTU I Sumuradem Kecamatan Sukra Kabupaten Indramayu dalam keadaan meninggal dunia dengan kondisi jasad sangat mengenaskan. Tim SAR gabungan lainnya yang berada di Pos Kendali di sekitar PLTU setelah menerima laporan, mendatangi lokasi penemuan korban untuk dilakukan evakuasi.
“Jenazah korban kemudian dievakuasi ke RSUD Pantura M.A Sentot sekira pukul 02.45 WIB, selanjutnya tim SAR gabungan berkoordinasi dengan Polres Indramayu untuk mengidentifikasi jenazah,” tutur Camat Patrol.
Proses identifikasi jenazah dengan mendatangkan keluarga dan orang tua korban, setelah itu dipastikan jenazah tersebut adalah Muhammad Rizky dengan adanya tanda – tanda tertentu ditubuh korban. Jenazah akhirnya dibawa pulang dan dimakamkan di pemakaman umum Desa Tamansari.
Tasdik, orang tua korban membenarkan jenazah korban tenggelam akibat terseret ombak laut itu anaknya yang sempat hilang terbawa ombak pada 5 hari lalu, hal itu diketahui dari tanda pada tubuh korban yakni kuku kakinya yang pernah terkelupas pada saat bermain bola.
“Saya pastikan itu jenazah anak saya setelah melihat kuku kakinya yang pernah terkelupas saat bermain bola,” kata Tasdik.
Sementara itu, Danramil Anjatan, Kapt.Czi. Syamsudin yang juga hadir pada prosesi pemakaman korban menghimbau, agar masyarakat lebih berhati – hati untuk mendekati bibir pantai apalagi bermain di laut dikarenakan cuaca tidak menentu dan ombak besar bisa sewaktu – waktu datang hingga ke bibir pantai.
“Kami bersama jajaran Forkopincam dan pemerintah Desa Mekarsari terus mensosialisasikan dan menghimbau agar masyarakat berhati – hati mendekati bibir pantai, kedepannya akan dipasang tanda peringatan di lokasi yang dianggap rawan,” ujarnya.
(Gunawan)