Bupati Indramayu Resmikan Pembangunan Jembatan Haurkolot, Akses Warga Dua Kecamatan Kembali Lancar

Details

Metroonlinenews.com, Indramayu – Bupati Indramayu Nina Agustina meresmikan pembangunan jembatan Haurkolot yang merupakan jembatan penghubung aktifitas warga di dua wilayah Kecamatan yaitu Kecamatan Haurgeulis dan Kecamatan Gantar. Pembangunan jembatan menelan anggaran hingga 2,69 Milyar yang bersumber dari Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) Pemerintah Kabupaten Indramayu, Jawa Barat. Sedangkan jembatan itu sendiri sebelumnya tidak bisa dilewati kendaraan karena dalam kondisi pondasi mengalami pergeseran bahkan amblas akibat diterjang banjir bandang.

Peresmian jembatan Haurkolot ditandai dengan pengguntingan pita dan penandatanganan plakat yang akan dipasang di tembok ujung jembatan oleh Bupati Indramayu.

“Alhamdulillah penantian masyarakat untuk bisa melintasi jembatan Haurkolot karena dibangun selama 10 bulan tidaklah sia-sia, kini jembatan sudah selesai dibangun dan bisa dilintasi oleh berbagai kendaraan. Pesan saya untuk masyarakat, jagalah jembatan ini agar tetap kokoh serta jangan buang sampah sembarangan,” ucap Bupati, Indramayu, Selasa (21/12/2021)

Bupati Indramayu mengatakan, dengan dibangunnya jembatan Haurkolot dapat memperlancar akses lalulintas warga dua Kecamatan terutama akses untuk mendorong kemajuan sektor perekonomian masyarakat. Bupati Nina juga berpesan kepada seluruh lapisan masyarakat agar ikut menjaga kekokohan jembatan, termasuk menjaga kebersihan di sekitar alur sungai sehingga tidak ada penumpukan sampah dan Ketika musim hujan tidak lagi terjadi banjir bandang.

Di tempat yang sama, Kadis PUPR Kabupaten Indramayu, Asep Abdul Mukti mengatakan, amblasnya pondasi jembatan Haurkolot merupakan dampak dari terjadinya bencana banjir yang melanda kawasan tersebut pada tanggal 15 Februari 2021 lalu. Dan pada 2 September 2021 kemudian dimulai pelaksanaan pembangunan.

Asep menambahkan,  sebenarnya kontrak kerja sampai tanggal 24 Desember 2021, namun dirinya bersyukur pelaksanaan pembangunan jembatan bisa dipercepat sehingga saat ini jembatan tersebut sudah bisa digunakan warga.

“Sebenarnya kontrak kerja sampai tanggal 24 Desember. Namun  Alhamdulillah, pembangunan jembatan bisa dikerjakan lebih cepat sehingga sekarang sudah bisa digunakan warga,” tutur Asep.

Disinggung info dari salah seorang pelaksana proyek yang sebelumnya mengatakan bahwa jembatan sudah bisa digunakan pada tanggal 15 Desember atas dasar arahan dari pihak Dinas PUPR, Asep mengatakan, hal tersebut dikarenakan jembatan menggunakan beton sehingga semakin lama menunggu tingkat kekeringannya sebelum dipergunakan itu lebih baik.

“Karena jembatan menggunakan beton, maka lebih mundur waktu penggunaannya akan lebih baik dan lebih kokoh lagi betonnya,” pungkas Asep. (Gunawan)

Editor: Zulfikri