Sulit Beli Pertalite, Petani Terpaksa Pakai Pertamax Untuk Alsintan

Details

Metroonlinenews.com, Indramayu – Petani di Desa Sumbermulya Kecamatan Haurgeulis Kabupaten Indramayu, Jawa Barat, pada musim gaduh kali ini menemui kesulitan memperoleh bahan bakar jenis pertalite untuk pengoperasian Alat dan Mesin Pertanian (Alsintan). Para petani itu terpaksa membeli pertamax untuk Alsintan sehingga menyebabkan biaya produksi pertanian makin tinggi sementara harga penjualan gabah masih rendah.

Seperti yang dituturkan Wamad, Selasa (12/4/2022). Dirinya terpaksa membeli pertamax untuk menghidupkan mesin pompa air demi kelancaran distribusi air di areal pesawahan, padahal harga pertamax itu lebih mahal dari pertalite.

“Untuk bisa mengairi sawah seluas 1 bahu, diperlukan BBM sekitar 20 liter untuk 1 hari 1 malam, kalau harus menggunakan pertamak biaya yang dikeluarkan sangatlah besar,” tuturnya.

Hal senada dikatakan Kasir, salah seorang operator traktor. Untuk membeli solar Ia harus mengurus surat perijinan yang disetujui Pemerintah Desa, UPTD Pertanian, Camat, Kapolsek dan pengelola SPBU, itu pun dibatasi pembeliannya hanya 20 liter.

“Harusnya pemerintah lebih peka dalam menyikapi persoalan di bidang pertanian, saya berharap penggunaan BBM untuk pertanian agar seperti dulu lagi, petani jangan dipersulit,” harapnya.

Sementara itu, Misna, UPTD Ketahanan Pangan dan Pertanian Kecamatan Haurgeulis dan Gantar, saat ditemui ditempat kerjanya mengatakan, pihaknya baru mengetahui kalau petani sulit untuk membeli BBM jenis pertalite bahkan termasuk solar

“Harusnya pihak SPBU bisa memberikan solusi, kalau pun petani harus membuat surat ijin dulu seperti pembelian solar, kami akan bantu. Jangan melarang petani tapi tidak memberikan solusi,” ucapnya.

Secara terpisah, Tarwan, pengawas SPBU yang berada di Kecamatan Haurgeulis menjelaskan, pihaknya hanya melaksanakan perintah atasan terkait aturan pelarangan melayani pembelian pertalite menggunakan jerigen. Ia juga mengatakan akan kembali melayani petani yang membeli pertalite dan solar jika ada aturannya.

“Kami hanya menjalankan intruksi atasan, kalau nanti ada aturan yang memperbolehkan pembelian pertalite menggunakan jerigen untuk pertanian dengan sarat apapun, kami pasti akan melayani,” pungkasnya.

(Gunawan)