Penemuan Mayat Pria Di EksTPK Haurgeulis, Gegerkan Warga

Details

Metroonlinenews.com, Indramayu – Sesosok mayat berjenis kelamin laki-laki ditemukan warga dalam keadaan tergeletak direrumputan lahan eks Tempat Penyimpanan Kayu (TPK) milik Perum Perhutani Desa Sukajati Kecamatan Haurgeulis Kabupaten Indramayu Jawa Barat, Kamis (8/2/2024). Mayat laki-laki yang ternyata tanpa identitas namun berusia sekitar 60 tahun itu, menggegerkan warga dan ditengarai semasa hidupnya merupakan orang dengan ganguan jiwa (ODGJ).

Firman Wahyudi, warga yang pertama kali menemukan mayat, mengungkapkan, mayat laki-laki yang tidak diketahui nama dan asal muasalnya namun masyarakat sekitar memanggilnya Dion, sudah belasan tahun berada di wilayah Haurgeulis. Hampir setiap hari warga melihat Dion berada di lokasi Eks TPK dekat warung yang biasa digunakannya untuk beristirahat, sedangkan pada malam hari pindah ke sekitar pasar Haurgeulis dan tidur di emperan toko.

“Pada jam 2 dini hari sebelum tidurdi warung, saya masih terdengar suara batuk, sekitar jam 1 siang, ketika membersihkan halaman warung, saya melihat Dion sudah tergeletak tidak bergerak, lalu saya segera menghubungi pihak pemdes sukajati dan Polsek Haurgeulis menginformasikan apa yang saya lihat,” tutur Firman.

Kapolres Indramayu, AKBP.M. Fahri Siregar melalui Kapolsek Haurgeulis, AKP. Cartono membenarkan adanya kejadian tersebut. Berawal dari adanya laporan warga tentang penemuan mayat, kemudian jajaran Polsek Haurgeulis bersama tim medis dari Puskesmas mendatangi lokasi penemuan untuk melakukan olah Tempat Kejadian Perkara (TKP).

“Dari hasil pemeriksaan luar oleh tim medis Puskesmas, tidak ditemukan tanda – tanda bekas penganiayaan, namun untuk lebih memastikan lagi, jajaran Polres Indramayu menurunkan Tim Inavis olah TKP lebih lanjut,” terang Kapolsek Haurgeulis.

Sementara itu, Endang Iis, salah seorang warga Desa Sukajati mengatakan, selama 14 tahun Dion setiap hari mampir kerumahnya untuk beristirahat dan diberi makan, bahkan Dion sering mandi sambil mencuci baju di depan rumah. Dion berkomunikasi menggunakan bahasa Sunda tapi tidak pernah menyebutkan nama asli dan berasal dari kota mana.

“Kemarin Dion datang kerumah dan menolak diberi makan sambil mengatakan badannya terasa dingin sehingga segera diberi minum teh manis hangat karena memang kondisinya terlihat sedang sakit. Sejak pagi saya menunggu kedatangan Dion, dan pada siang hari dapat kabar kalau Abah Dion meninggal dunia dilahan eks TPK Perhutani,” ujarnya.

Jenazah Dion oleh pihak Pemerintah Desa Sukajati yang dibantu masyarakat sekitar dan anggota Polsek Haurgeulis, usai dilakukan pemeriksaan oleh tim inafis Polres Indramayu, akhirnya dikebumikan di tempat pemakaman umum Desa Sukajati.
(Gunawan)