Nyaris Ricuh Saat Kampanye, Nina Agustina Minta Rival Jangan Provokasi Warga

Details

Metroonlinenews.com, Indramayu – Saat ini beredar video tayangan nyaris ricuh antara Cabup Indramayu nomor urut O3 Nina Agustina dengan sekelompok warga di desa Sukra Wetan, Kecamatan Sukra, Kabupatebn Indramayu, Jawa Barat, yang mengenakan kaos pasangan Cabup nomor urut 02. Peristiwa terjadi ketika iring-iringan kendaraan Cabup nomor urut 03 melintasi sekelompok orang tersebut yang diantaranya mengacungkan dua jari sebagai simbol dukungan terhadap Paslon Lucky Hakim – Syaefudin, Jumat(01/11/2024).

Pada video pertama yang beredar, terlihat iring-iringan mobil Nina Agustina bersama tim suksesnya melewati jalan di desa Sukra Wetan. Di pinggir jalan tersebut terlihat massa yang menggunakan kaos pasangan Cabup 02 Lucky Hakim- Syaepudin, meneriakan  nomor pilihannya yaitu 02.

Selanjutnya, beredar pula video yang berbeda, berisi rekaman antara Cabup Indramayu Nina Agustina dengan massa pendukung 02 yang sedang adu mulut dan nyaris ricuh.

Dengan beredarnya video tersebut, Paslon Nomor ururt 03 Nina Agustina akhirnya memberikan penjelasan tentang peristiwa yang sebenarnya saat menggelar konferensi pers di salah satu hotel di Indramayu, Sabtu (2/11/2024). Nina  pun berpesan keras kepada Lucky Hakim Calon Bupati 02 agar bersaing secara sehat dan jangan membenturkan massa dengan tim pemenangan.

Dikatakan Nina Agustina, dirinya turun dari kendaraan karena harus menghentikan tindakan provokatif sekaligus agar jangan sampai ada warga yang mengenakan kaos Paslon 02 tiba-tiba meloncat kemobil dengan dalih pura-pura tertabrak mobil yang ditumpangi Nina. Pada saat turun dari dalam mobil pun Nina Agustina sempat mendengar suara warga pendukung Paslon 02 akan menggebrak mobilnya, hanya saja tidak terlihat orang yang akan menggebrak mobilnya itu dan hanya tahu ada orang yang menggebrak jok sepeda motor.

“Saya juga mengklarifikasi hal ini karena tidak bermaksud apapun, hanya saja supaya tidak diplintir oleh pihak-pihak yang tidak bertanggung jawab. Selain itu, saya sebut massa Paslon 02 karena memang benar massanya Paslon 02. Saya menduga ada unsur sentimen pribadi terhadap saya dan saya juga berharap jika hal ini merupakan urusan pribadi antara saya dan Lucky Hakim maka hendaknya dibicarakan secara baik-baik tanpa memprovokasi Masyarakat Indramayu,” tegas Nina Agustina.

Menanggapi pernyataan Cabup 03 Nina Agustina,  tentang pernyataan “Lucky Hakim jangan memprovokasi masyarakat Indramayu”, Cawabup 02 Syaepudin menanyakan tolak ukur provokasi itu seperti apa, Syaefudin juga menanyakan arti dari kata provokasi dan meminta bukti jika Lucky Hakim memprovokasi masyarakat Indramayu.

“Tindakan provokasi itu harus jelas tolok ukurnya. Kalau misalnya Calon Bupati dari 02 menyampaikan Kondisi, keadaan, maupun situasi yang ada di Indramayu, menurut saya hal itu sah- sah saja.  Mestinya semangat yang disampaikannya itu adalah bagaimana PR Paslon 03  dan PR Paslon 02 memperbaiki Indramayu kedepan. Disamping itu, kalaupun menciptakan sesuatu yang dianggap perlu untuk dibereskan, disampaikannya di forum pada saat bertemu Masyarakat. Saya juga menyimpulkan bahwa tindakan yang dilakukan oleh massa Paslon 02 ketika ada iringan -iringan kendaraan Cabup Nina bisa dikategorikan bukan tindakan provokasi,” terang Syaefudin di Posko pemenangan Cabup – Cawabup Indramayu 02 Lucky Hakim- Syaepudin.

(Guntur)