Nyaris Ricuh, Manajemen Perumdam Ajak Massa ATJ Demo Dialogis
Details
Metroonlinenews.com,Indramayu- Jajaran Manajemen Perusahaan Umum Daerah Air Minum (Perumdam) Tirta Darma Ayu akhirnya berhasil mengajak massa yang tergabung dalam wadah Aliansi Topi Jerami (ATJ) untuk berunjuk rasa dalam bentuk dialogis seputar peningkatan mutu air bersih dan pelayanan maksimal pegawai Perusahaan milik Pemerintah Kabupaten Indramayu, Jawa barat, yang saat ini dinahkodai oleh Ady Setiawan atau yang biasa disebut Pakde air Bakul Banyu.
Massa Aliansi Topi Jerami yang hanya puluhan orang dan pada surat pemberitahuannya menjelaskan tentang tujuh tuntutan aksi yaitu turunkan tarif, gratiskan pembiayaan awal, tingkatkan kualitas pelayanan, mendesak pihak terkait untuk mengaudit PDAM, mendesak pengunduran diri Dirut, mendesak PDAM Indramayu untuk keterbukaan anggaran secara publik serta aparat penegak hukum (Kejaksaan dan Kepolisian) segera bongkar dugaan praktek tindak pidana korupsi yang ditengarai dilakukan Dirut beserta kroninya, semula melakukan aksi unjukrasa dengan damai, hanya berorasi dan menyanyikan lagu-lagu penggunggah semangat. Aksi massa pun semula hanya tertahan diruas jalan depan jembatan pintu gerbang kantor pusat Perusahaan umum daerah air minum, hanya saja ketika massa berusaha mendekati area Perusahaan dan akan melakukan penyegelan pintu gerbang Perumdam, pergerakan massa inipun langsung dihalau petugas gabungan dari Kepolisian Resort Indramayu, Polisi Pamong Praja dan unsur TNI yang sejak awal bersiaga penuh mencegah tindakan anarkhis aksi unjukrasa.
Sempat terjadi adu argumen antara perwakilan massa Aliansi Topi Jerami dengan Manajer Cabang Pelayanan Indramayu, Supandi, dan Pelaksana tugas Manajer Humas Perumdam, Dedi, ketika perwakilan massa itu meminta ijin untuk melakukan aksi secara simbolis penyegelan pintu gerbang dengan rantai dan gembok. Manajer Supandi berdalih jika dilakukan penyegelan akan berdampak pada terganggunya mobilisasi karyawan Perumdam yang berkinerja tinggi, sedangkan pelaksana tugas Manajer Humas yaitu Dedi berkebaratan pintu gerbang disegel karena akan memancing kericuhan antara karyawan dengan massa aksi unjukrasa. Kedua Manajer Perumdam Tirta Darma Ayu itu atas petunjuk Direktur Utama Ady Setiawan dan dengan kerendahan hati menginginkan aksi unjukrasa dilakukan dengan tertib serta mengedepankan dialogis dua pihak.
“Kami keberatan jika pintu gerbang Perumdam disegel menggunakan rantai dan gembok oleh massa aksi unjukrasa karena baik langsung maupun tidak langsung akan menghambat kinerja karyawan, seluruh karyawan sudah sepakat akan selalu berkinerja baik, bertindak cepat demi kelancaran pasokan air bersih dan berintegritas tinggi, adanya aksi penyegelan sama saja menghambat kinerja karyawan,” ujar Supandi dan Dedi.
Massa Aliansi Topi Jerami yang dikomandoi Carkaya akhirnya memilih berdialog dengan pihak Manajemen Perumdam Tirta Darma Ayu agar tuntutannya segera dipenuhi dan bersama-sama memajukan Perusahaan dengan cara kinerja Manajer dan karyawan Perumdam selalu dalam pengawasan massa Aliansi Topi Jerami. Massa pun akhirnya menyudahi aksinya dan melanjutkan aksi unjukrasa di kantor Kejaksaan Negeri Indramayu. (Tim)