Miris, Ibu Dua Anak Diusir Lantaran Tempat Tinggalnya Buat Sekretariat Karang Taruna

Details

Metroonlinenews.com, Indramayu- Elyah seorang ibu yang mempunyai dua anak sudah15 Tahun menghuni salah satu bangunan yang selama ini terbengkalai milik Pemerintah Desa Kedokan Bunder, Kecamatan Kedokan, Kabupaten Indramayu, Jawa Barat.

Selama 15 Tahun ibu Eliyah selain mendiami bangunan yang bukan miliknya itu, juga menjaga dan merawat seperti bangunan miliknya sendiri, kehidupan Ibu Elyah dan kedua anaknya pun meski hidup miskin namun berjalan normal layaknya ibu rumah tangga lainnya. Hanya saja belakangan ini dirinya merasa gundah gulana lantaran mendapat perlakukan kurang menyenangkan dari Lurah setempat.

Ia dan kedua anaknya diperintahkan untuk tidak mendiami bangunan milik Pemdes Kedokan Bunder itu oleh Lurah yang Bernama Andi Yusuf, dengan dalih bangunan yang selama ini dijadikan tempat tinggalnya akan digunakan sebagai sekretariat Karangtaruna dan ruang ganti baju pemain bola. Rasa was-was dan khawatir akan terlantar pun selalu menghantui pikirannya karena kehidupannya miskin sehingga tidak mampu mengontrak rumah untuk tempat tinggal.

“Dengan alasan bangunan yang selama ini saya tempati akan digunakan untuk Karangtaruna, maka terpaksa harus pindah dan mencari bangunan lainnya yang masih layak huni. Keadaan saya seperti ini, anak- anak masih sekolah dan berjualan juga seperti ini, entahlah kepada siapa saya harus mengadu,” keluhnya dengan terbata- bata dan berlinang air mata, Rabu(30/3/2022).

Terbersit keinginannya untuk mencari rumah kontrakan, hanya saja rumah kontrakan itu biayanya terbilang mahal dan dirinya tidak mempunyai uang karena memang kehidupannya miskin.

Ironisnya lagi Lurah Andi Yusuf memberikan waktu tiga hari untuk mengosongkan tempat tinggalnya itu. Lurah desa itu tidak peduli keadaan dan kemampuan Ibu Elyah yang sehari- harinya berjualan kecil- kecilan di depan rumah.

“Sejak saya jadi Lurah, tidak pernah mengusir namun memberi waktu mulai hari Sabtu hingga Senin atau selama tiga hari untuk mengosongkan bangunan itu. Tidak sekonyong- konyong, kalau secara kasarkan diambil semua barangnya,” dalih Andi Yusuf.

Sementara itu, Samuin Ketua Karangtaruna Desa Kedokan Bunder membenarkan jika kediaman Ibu Elyah dan kedua anaknya akan digunakan sebagai Kantor Karangtaruna dan ruang ganti baju pemain bola.

“Iya benar, tempat itu mau digunakan untuk kantor Karangtaruna sekaligus ruang ganti pemain bola,” ujarnya.
(Guntur)