Migrant Day, Badan Buruh Pemuda Pancasila Nobar Final Piala Dunia

Details

Metroonlinenws.com, Jakarta – Peringatan Hari Buruh Migrant Sedunia (International Migran Day) yang diperingati setiap tanggal 18 Desember ternyata bertepatan dengan putaran final Piala Dunia 2022 antara Prancis melawan Argentina.

Acara yang bertempat di Auditorium Majelis Pimpinan Nasional Pemuda Pancasila, Jalan Teuku Cit Ditiro No. 56 A, Menteng Jakarta Pusat tersebut, turut hadir memeriahkan Nobar, Ketua Badan Buruh dan Pekerja Pemuda Pancasila (B2P3), Jamaludin Suryahadikusuma, Direktur Migran Watch, Aznil Tan, Ketua Forum Keterbukaan Informasi Publik, Joshua, Ketua Serikat Pekerja Migran Indonesia Patriot Pancasila, Eko Pranoto, Mantan Pekerja Migran Indonesia di Amerika Serikat, Zulfikri, serta Waketum Srikandi Pemuda Pancasila, Dewi Gumay.

Dalam sambutannya, Ketua B2P3, Jamal mengatakan Peringatan Hari Buruh Migran Sedunia dirayakan oleh seluruh aktivis pekerja migran di seluruh dunia pada 18 Desember. B2P3 mengisi perayaan hari istimewa PMI dengan Nobar Piala Dunia juga dibarengi dengan acara Refleksi Buruh Migran Indonesia.

Jamal menegaskan, telah disahkannya oleh DPR RI pada tahun 2012 tentang Konvensi Internasional Mengenai Perlindungan Hak-hak Seluruh Pekerja Migran dan Anggota Keluarganya (International Convention on the Protection of the Rights of All Migrant Workers and Members of Their Families) maka kita berharap Konvensi itu bisa memberikan perlindungan bagi pekerja migran Indonesia serta keluarganya.

Negara wajib memberikan sistem perlindungan yang lebih baik bagi para pekerja migran karena remitansi yang diberikan mereka per tahun rata-rata Rp 159 Triliun.

Dengan diratifikasinya Konvensi Pekerja Migran oleh Indonesia, diharapkan dapat memperkuat landasan hukum bagi kebijakan nasional dalam meningkatkan sistem perlindungan, penghormatan, dan pemenuhan hak-hak tenaga kerja, khususnya hak-hak seluruh pekerja migran dan anggota keluarganya yang sesuai dengan norma-norma Hak Asasi Manusia.

B2P3 juga berkomitmen membantu pemerintah dalam mengatasi lonjakan angkatan kerja akibat bonus demografi yang tinggi. Penempatan PMI ini bisa menjadi solusi pengangguran maupun PHK yang terjadi selama era pendemi Covid sekitar 3 tahun belakangan ini.

Kolaborasi dengan Asosiasi P3MI akan terus dilakukan untuk menempatkan PMI yang berkualitas, memiliki skill, mumpuni Bahasa dan siap kerja.

B2P3 pada saat yang sama akan mendorong pemerintah untuk menciptakan tata kelola penempatan PMI yang lebih mudah, memberikan pembiayaan (cost structure) bagi PMI yang terjangkau.

Sementara itu, Mantan Staf Khusus Kepala BP2MI, yang kini memimpin NGO Migrant Watch, Aznil Tan mengakui kontribusi PMI ini telah menjadi ekonomi penyelamat akibat resesi dunia di era Pendemi Covid 19.

Sementara Mantan PMI Zulfikri menambahkan, bahwa melalui B2P3 akan terus dikawal program penempatan dan perlindungan PMI. (Zul).