Menkes Kampanyekan Gerakan Nasional Aksi Bergizi

Details

Metroonlinenews.com, Jakarta – Menteri Kesehatan (Menkes), Budi Gunadi Sadikin mengajak para santri remaja putri untuk mulai rutin mengkonsumsi tablet tambah darah (TTD) guna menekan stunting atau kekerdilan pada pelajar di Indonesia.

“Tablet tambah darah itu mencegah stunting. Kalau sampai stunting maka nanti akan disuntik vitamin penambah darah” ujarnya saat mengkampanyekan Gerakan Nasional Aksi Bergizi yang berpusat di Ponpes Putri Yayasan Al Wathoniyah Kelurahan Jatinegara, Kecamatan Cakung, Jakarta Timur, Rabu (26/10/2022).

Turut mendampingi Menkes, Wali Kota Jakarta Timur, M. Anwar, Camat Cakung, Fajar dan Lurah Jatinegara Slamet, serta tokoh agama dan tokoh masyarakat.

Menurut Menkes, dengan mengkonsumsi tablet tambah darah secara rutin juga dapat mengurangi risiko kematian ibu saat melahirkan dan kematian bayi saat lahir.

Kunjungan Budi Ponpes Putri Al Wathoniyah di Klender itu dalam rangka kampanye #AksiBergizi berupa pemberian TTD bagi remaja putri di sekolah.

“Pemerintah harus memastikan bahwa adik-adik zat besinya cukup. Salah satu caranya dengan memberikan tablet tambah darah,” katanya.

Di hadapan 300 lebih santri, Menkes menyampaikan bahwa tiap tahunnya terdapat sekitar 7.000 ibu meninggal saat melahirkan dan 25.000 bayi lahir meninggal akibat kekurangan zat besi.

Dengan para remaja putri rutin mengkonsumsi tablet tambah darah, ia mengharapkan, dapat mencegah ibu meninggal saat melahirkan dan bayi lahir meninggal.

“Sekarang sudah ada tablet tambah darah yang rasanya manis karena ada tambahan gula sedikit,” ucapnya.

Sementara itu, dihadapan siswa-siswi SMP Negeri 1 Cibinong, Menkes Budi juga meminta para remaja putri mengkonsumsi rutin tablet tambah darah hingga ke fase kehidupan berikutnya, yaitu menikah, hamil, dan melahirkan.

“Kalau kita punya anak dan kurang gizinya, anaknya jadi bodoh, orang yang stunting itu 20 persen IQ-nya di bawah normal,” tuturnya.

Ikut mendampingi Menkes, Wali Kota Jakarta Timur, M. Anwar turut mendukung penuh Gerakan Nasional Aksi Bergizi yang disampaikan Menkes Budi Gunadi Sadikin. Anwar menegaskan bahwa Jakarta Timur sudah berhasil menurunkan angka stunting menjadi 13,04 persen. Lebih sedikit dibandingkan target yang diarahkan Pemerintah Pusat dalam hal ini Kementerian Kesehatan Republik Indonesia dengan 14 persen.

Jakarta Timur, ditegaskan Anwar Kota, sudah berhasil menurunkan angka stunting menjadi 13,04 persen. Lebih sedikit dibandingkan target yang diarahkan Pemerintah Pusat dalam hal ini Kementerian Kesehatan Republik Indonesia dengan 14 persen. (Foto: Rohmat)