Kuwu Haurgeulis : Program Pemberdayaan Sapi Adalah Untuk Kesejahteraan Masyarakat dan Harus Transparan

Details

Kuwu Haurgeulis, Apitudin, di kandang sapi program pemberdayaan masyarakat di Desa Haurgeulis.

Metro Online News, Indramayu – Menanggapi pemberitaan Metro Online News edisi Jumat (24/1/2020), Apitudin, Kuwu (Kepala Desa) Haurgeulis Kecamatan Hargeulis Kabupaten Indramayu memberikan klarifikasi atas pemberitaan program pemberdayaan sapi yang bersumber dari Dana Desa, jumlah sapinya kurang di kandangnya.

Saat ditemui di ruang kerjanya, Jumat (6/3/2020), Apitudin membenarkan bahwa Desa Haurgeulis memperoleh bantuan ternak sapi sebesar Rp200 juta pada tahun 2018.

Dari jumlah dana tersebut, terang Apitudin, dibelikan 18 ekor sapi. Karena belum memiliki kandang maka  sapi- sapi tersebut disebarkan pada beberapa orang masyarakat yang siap untuk mengurusnya sesuai kemampuan masing- masing.

“Ada juga masyarakat yang mengurus sapi- sapi tersebut di luar wilayah Desa Haurgeulis karena lokasi kandang yang dia miiki berada di luar Desa Haurgeulis, namun tetap dalam pemantauan kami,” tuturnya.

Dalam perjalanan pemeliharaannya, lanjutnya, 3 ekor sapi mati, itupun ada dokumentasinya dan bisa dibuktikan dengan hasil visum serta hasil monev dari Kecamatan. Sekarang sapi tersisa 15 ekor,” jelasnya.

Apitudin menambahkan, kemudian pada tahun 2019 Desa Haurgeulis mendapatkan bantuan untuk pengadaan kandang. Setelah kandang sapi jadi semua sapi sudah berada di kandang baru di Desa Haurgeulis.

“Sekarang semua sapi sudah dipindah ke kandang yang baru di Desa Haurgeulis. Jumlahnya sudah lengkap,” tegas Apipudin.

Sapi- sapi program pemberdayaan masyarakat di Desa Haurgeulis, Indramayu.

Nantinya, lanjut Apipudin, tetap akan dibagikan lagi kepada masyarakat sesuai kemampuannya masing- masing untuk pengurusan ternak sapinya.

“Program pemberdayaan ini bertujuan untuk membantu meningkatkan kesejahteraan masyarakat Desa kami Haurgeulis. Dan kami selaku Pemerintah Desa akan lebih transparan lagi dalam menggunakan semua dana- dana yang dikelola oleh Pemerintah Desa kami,” tutupnya.

Senada dengan Kuwu Haurgeulis juga disampaikan oleh Ulun (57), salah seorang pengurus ternak sapi tersebut.

“Memang benar sapinya mati 3 ekor dikarenakan sakit,” terang Ulun.

(Gunawan)

Leave a Reply

You must be logged in to post a comment.