- 0
- 345 Views
Keluarga PMI yang Hilang di Mauritius Sumbangkan Klaim Asuransi 500 Juta untuk Pembangunan Masjid
Details

Keluarga PMI ABK Anton Pradana menerima klaim asuransi di Kantor BP2MI Jakarta (Toha)
Metroonlinenews.com, Jakarta – Dana asuransi kematian ABK Kapal Anton Pradana yang hilang di Mauritius tahun lalu, akan disumbangkan oleh pihak keluarga untuk pembangunan masjid.
Pernyataan tersebut disampaikan Djohari yang juga paman dari Anton Pradana, kepada Kepala BP2MI Benny Ramdhani, di kantor BP2MI, Kamis (9/2/2022).
Keluarga Hadir di kantor BP2MI untuk menerima penyerahan dana asuransi kematian Anton Pradana.
Hadir dalam pertemuan tersebut Ibu Anton Pradana, Usniyah, Djohari (paman Anton Pradana), Direktur PT Anugerah Bahari Pasifik Hengky Wijaya, Ketua B2P3 Jamaludin Suryahadikusuma dan Ketua SPPI Ilyas Pengestu.
Sebagaimana diketahui, pada tanggal 2Maret 2021, dilaporkan 7 PMI ABK yang bekerja pada kapal We Fa hilang di Mauritius.
7 ABK tersebut menurut keterangan kepolisian Mauritius meninggal karena terlibat perkelahian dengan ABK Vietnam pada 26 February 2021.
Setelah melalui proses birokrasi akhirnya dana asuransi Anton Pradana berhasil dicarikan.
Dalam pertemuan tersebut keluarga Anton Pradana menyatakan bahwa mereka masih berharap ada kepastian tentang kematian anaknya. Karena laporan tentang kematian keluarganya masih meragukan. “Kami ingin status kematian Anton Pradana. kami sebetulnya lebih membutuhkan kepastian dan penyelidikan, daripada dana santunan Asuransi,” ujar Djohari.
Djohari mengatakan, keluarga ingin menyumbangkan dana asuransj yang tersebut untuk amal jariyah dan menghindarkan dari konflik kepentingan.
Kepala BP2MI Benny Ramdhani menegaskan akan mengirim surat kepada Kapolri untuk menindaklanjuti permintaan keluarga Anton Pradana.
Benny juga menyatakan bahwa kasus ini menjadi pelajaran aparat pemerintah, bahwa masyarakat seperti keluarga PMI Anton Pradana lebih membutuhkan kabar kepastian. “Ini jadi pelajaran bagi kita, bahwa masyarakat ingin negara hadir memberi kepastian,”‘ tukas Benny.
Sementara itu Ketua Umum Serikat Pekerja Perikanan Indonesia (SPPI) Ilyas Pangestu menyatakan akan terus mendampingi keluarga PMI Anton merealisasikan pembangunan masjid dari dana klaim asuransi.
Ia berharap bahwa masjid itu akan menjadi masjid yang megah dan menjadi tonggak sejarah bahwa ada masjid yang didirikan 100 persen oleh Pekerja Migran Indonesia.
Masjid tersebut akan dibangun di tempat kelahiran Anton Pradana di Desa Babelan Kidul, Kecamatan Singojuruh, Kabupaten Banyuwangi, Jawa Timu.
Ilyas berharap kepala BP2MI dapat hadir ke kampung Anton di Banyuwangi pada saat peletakan batu pertama pembangunan masjid tersebut (toh/z).**