Jelang Pergantian Tahun Baru, Pendiri Majelis Ad Dzakir Berdoa Minta Hujan. Kenapa?

Details

 

Metroonlinenews.com, Jakarta – Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) memprakirakan sebagian wilayah DKI Jakarta akan diguyur hujan hari ini hingga Sore disambut gembira Majelis Ad Dzakir.

Pada laman resminya, Jumat (31/12), BMKG mengingatkan warga agar waspada potensi hujan disertai kilat/ petir dan angin kencang di Jakarta Selatan dan Jakarta Timur pada siang hingga sore har.

“Kami bersyukur jelang pergantian baru Jakarta hingga Sore hari akan diguyur hujan. Kami berdoa semoga hujan ini juga akan mewarnai pergantian tahun baru,” ujar Pendiri Majelis Ad Dzakir, H. Ramayuli ditemui di Sekretariat Majelis Ad Dzakir di Kampung Lio RT. 15/03 Nomor  18, Kelurahan Jatinegara, Jakarta, Jumat (31/12/2021).

Menurut Ramayuli, umat Islam seharusnya memang tidak perlu merayakan pergantian Tahun Baru. Perayaan Tahun Baru yang biasa dirayakan umat ini dengan kembang api dan terompet itu tidak ada dalam tradisi Islam.

“Kembang api dan terompet itu tradisi Majusi dan Nasrani dan bukannya tradisi Islam,” ujar Ramayuli yang juga dosen tetap Sekolah Tinggi Ilmu Ekonomi Muhammadiyah Jakarta (STIEMJ) ini.

Ramayuli beralasan agar pergantian malan tahun baru  Allah turunkan hujan ialah agar umat ini tidak memperbanyak kegiatan maksiat.

“Kalapun kita mau rayakan, ya rayakanlah dengan do’a dan zikir bukan hura-hura, pesta dan maksiat,” tegasnya.

Meniup terompet dan nyalakan kembang api dan petasan termasuk perbuatan yang tidak bermanfaat dan bisa merugikan orang lain karena suaranya yang bising.

“Sebagai umat Islam, sebaiknya mengisi pergantian tahun Masehi  ini dengan muhasabah dan berzikir kepada Allah. Kita harus contohkan isi kegiatan tahun baru ini dengan muhasabah diri, bukan mengisinya dengan perilaku hura-hura dan menjurus kepada tasyabuh,” pungkas  Ramayuli. (Zul)