Gelombang Pasang Laut Eretan Rendam Ribuan Rumah

Details

Metroonlinenews.com, Indramayu – Gelombang pasang laut Eretan atau tepatnya di Desa Eretan Kulon meluap hingga mencapai jalan raya Pantura Kandanghaur, Indramayu, Jawa Barat, bahkan mengakibatkan puluhan rumah rusak, hancur rata dengan tanah sehingga ratusan penduduk terpaksa mengungsi ke tempat yang aman.

Kepala Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Oce Iskandar, menuturkan, kejadian luapan gelombang pasang tersebut disebabkan oleh penomena alam gelombang ombak extrim dan hujan lebat sehingga membawa dampak yang cukup besar Bagi masyarakat terutama yang berada di bibir pantai wilayah Desa Eretan Kulon.

“Akibat dari gelombang extrim tersebut, 2.095 rumah tempat tinggal di 26 RT Desa Eretan Kulon Kecamatan Kandanghaur terendam air pasang setinggi 50 cm hingga 130 cm. Termasuk 3.027 Kepala Keluarga dan 9.060 jiwa juga terkena dampak banjir pasang tersebut. Sejumlah akses jalan umum jalur pantura macet tadi pagi karena air meluap ke jalan raya juga 7 sarana pendidikan dan 9 sarana ibadah terendam banjir. Akibat gelombang extrim itupun mengakibatkan 17 rumah rusak parah atau ambruk dan 16 rumah rusak ringan,” jelas Oce.

Camat Kandanghaur, Hatta Direja, mengatakan, dengan adanya kejadian tersebut, Pemerintah Kecamatan bekerjasama dengan Pemdes serta jajaran terkait berupaya mengantisipasi kejadian berikutnya dengan mengevakuasi semua warga yang terdampak di tempat yang aman dan menyediakan posko pengungsian.

“Kami Bekerjasama dengan Pemerintah Desa, BPBD, TAGANA, Dinas Sosial juga semua pihak terkait untuk mengantisipasi akibat dari kejadian ini dengan mengadakan pendataan dan menyediakan posko pengungsian ditempat yang aman,” ucap Hatta Direja.

Sutiah, salah seorang korban luapan gelombang pasang air laut, menceritakan, sebelum gelombang besar menghantam rumah, dirinya beserta anggota keluarga lain sempat menyelamatkan diri, namun nahas, seluruh harta bendanya tidak terselamatkan bahkan rumahnya roboh rata dengan tanah.

“Saya hanya sempat menyelamatkan diri, namun tidak sempat menyelamatkan harta benda, baju pun hanya yang dipakai dibadannya saja,” terang Sutiah sambil berlinang air mata.

(Gunawan)