Cari Sumber Agama A1, Ketua Majelis Ad Dzakir Jatinegara: Berselancarlah Di perpustakaandigitalislam.com

Details

Metrooonlinenews.com, Jakarta  – ValidItas sumber informasi sangat diutamakan dalam ajaran Islam. Kesahihan dan otentiknya informasi Islam baik bersumber dari Al Qur’an maupun Hadis untuk syiar Islam merupakan persyaratan utama yang harus dipahami para pegiat dakwah.

Berangkat dari keperluan sumber informasi yang A1 alias yang terjaga validitas dan otentitasnya, sebuah Lembaga Bernama Pusat Kajian Hadis (PKH) di bawah naungan Yayasan Al Mugni, Komplek Masjid Baitul Mughni, Jl. Gatot Subroto Kav. 26, Kuningan Jakarta menerbitkan website bernama perpustakaanislamdigital.com.

“Alhamdulillah, dengan adanya website perpustakaanislamdigital.com sangat membantu saya dalam mencari referensi yang akurat, terjamin kesahihannya. Referens yang disajikkan A 1 deh,” ujar Ketua Majelis Ad Dzakir Jatinegara, Zulfikri D. Jacub ditemui di sekretariatnya di Jalan Bekasi KM 17, Gg. HR Ismail, RT 15/ 03 Nomor 18, Kampung Lio, Kel. Jatinegara, Jakarta, Minggu (27/12/2021).

Menurut Zul, begitu biasa disapa, “Perpustakaan Islam Digital” hadir untuk menepis segala kesulitan dan memudahkan dalam menjangkau referensi keislaman kapanpun dan dimanapun secara cepat dan mudah.

Perpustakaan Islam digital, kata Zul yang juga wartawan senior ini mengatakan telah memberikan terobosan baru untuk mempemudah urusan umat. Kitab-kitab yang termuat di dalamnya telah berbentuk pdf dan merupakan scan dari kitab aslinya. Kitab-kitab yang berbentuk file pdf tersebut juga dapat disimpan dan diunduh secara mudah, sehingga tidak selalu menggunakan jaringan internet. Kitab-kitab tersebut juga pastinya dapat dijadikan sebagai referensi dalam penelitian akademik.

“Kami berharap dengan adanya perpustakaan Islam digital ini dapat memperkaya khazanah keilmuan dalam mengkaji sumber agama Islam terutama hadis Nabi SAW,” gugahnya.

Zul menambahkan, saat ini masih banyak ditemui para dai dan juga umat yang keliru dalam pemahaman dan pengamalan agama oleh umat Islam sendiri. Ini membuktikan bahwa ilmu dan ajaran agama Islam belum dipahami dengan baik. Tambahan, masih banyaknya hadis palsu, serta pandangan yang salah terhadap mazhab dan ikhtilaf kerap memperkeruh hubungan beragama di antara umat muslim. Oleh karenanya sebagai umat Islam seyogyanya kita selalu bertabayyun dalam segala dan merujuk kepada pendapat para ulama yang telah dituliskan dalam kitabnya.

“Islam sangat menekankan pentingnya tabayyun, cros check informasi. Jadi perpustakaanislamdigital.com ini patut menjadi referensi umat,” paparnya.

Pusat Kajian Hadis merupakan sebuah lembaga khusus yang mengkaji Al-Qur’an dan hadis secara mendalam, sekaligus sebagai wadah dan media untuk menyebarkanluaskan hadis Nabi saw. agar ajaran agama Islam tetap terjaga kemurniannya. Perpustakaan Islam Digital lahir dengan harapan agar mempermudah seluruh umat dalam mengkaji dan mempelajari Islam terutama bagi orang-orang dalam lingkungan pesantren seperti para santri, ustadz, dan alim ulama.

Pusat Kajiah Hadis (PKH) sebagai lembaga yang bertanggung jawab atas program ini bercita-cita agar pengkajian hadis maupun Al-Qur’an di Indonesia dapat lebih berkembang. Mengingat saat ini kajian hadits masih tergolong lemah dibandingkan kajian bidang keilmuan yang lain. Hal ini dapat dilihat dari masih kurangnya pakar Al-Qur’an dan hadis, minat mahasiswa untuk mengkaji isi kandungannya masih rendah, dan juga koleksi kitabnya yang sangat minim. Inilah yang menjadi salah satu alasan digagasnya program perpustakaan Islam digital. (Alvin)