Bejat, Pria Paruh Baya Diduga Cabuli Anak SD

Details

Metroonlinenews.com, Indramayu – Sebut saja Bunga (12 tahun) gadis belia yang masih duduk di kelas V Sekolah Dasar diduga menjadi korban pencabulan oleh seorang lelaki dewasa di kamar kontrakan teman pelaku diwliyah Kecamatan Haurgeulis Kabupaten Indramayu Jawa Barat.

Kejadian bermula saat korban yang berdomisili di Kabupaten Brebes berlibur di rumah neneknya di wilayah Kecamatan Haurgeulis bersama ibunya usai lebaran I’dul Fitri sekaligus menghadiri resepsi salah seorang saudaranya. Namun karena bekerja ibunya kembali pulang terlebih dahulu ke Brebes atau beberapa hari sebelum acara resepsi berlangsung.

Dikatakan WAR, nenek korban, pada hari Sabtu siang (12/4/2025) ditempat resepsi keluarganya korban terlihat mengobrol bersama pelaku yang sebelumnya sudah kenal. Sore harinya nenek korban pulang untuk istirahat. Malam harinya sekira pukul 23.00 wib, korban diantarkan pulang ke rumah oleh bapaknya yang sudah bercerai dengan ibunya. Pada pukul 04 pagi, korban diketahui sudah tidak berada di kamarnya setelah adik sepupunya yang masih berusia 5 tahun terbangun dan mencari korban. Sontak panggilan adik sepupu korban membangunkan seisi rumah dan kemudian mulai dilakukan pencarian. Mereka pun panik karena korban bukan penduduk setempat dan tidak mengenal wilayah tersebut.

“Saya mencoba menelpon cucu saya, tapi dimatikan malah nomer saya diblokir. Kemudian saya juga menghubungi ibunya yang pulang terlebih dulu ke Brebes memberitahukan peristiwa tersebut. Alhasil, semua nomer telpon keluarga yang menghubungi korban diblokir semua,” ungkap WAR.

Kemudian keluarga pun berpencar berusaha mencari keberadaan korban. Hanya saja dalam pencarian tersebut WAR teringat ketika siang hari korban terlihat selalu dekat dengan pelaku, sehingga WAR berinisiatif untuk mencari tahu tempat tinggal pelaku. Akhirnya diketahui pelaku sering tinggal di kontrakan temannya.

“Sekitar pukul 8 saya pun mendatangi kontrakan tersebut, awalnya saat diketuk tidak ada yang keluar kamar, namun ketika hendak pergi terdengar suara batuk anak perempuan yang diyakini suara cucu saya, pintu pun kembali diketuk lebih keras. Baru kemudian teman pelaku keluar membuka pintu kamar. Dari pintu terbuka itulah diketahui korban ternyata berada di dalam kamar. Pelaku berdalih mengamankan korban saat ditemukan di malam hari sedang bingung dijalanan kemudian oleh pelaku dibawa pulang ke kontrakan,” paparnya.

Korban pun akhirnya dibawa pulang diikuti oleh pelaku. Sempat terjadi keributan antara pelaku dan orang tua korban. Saat itulah, WAR menanyakan perihal yang menimpa cucunya. Korban pun kemudian mengaku bahwa dirinya sebelumnya ditelepon pelaku sekitar jam 12 malam kemudian di jemput menggunakan sepeda motor tidak jauh dari rumah neneknya.

“Dari keterangan lanjutan yang didapat, cucu saya dibelikan nasi goreng dan diajak ke kontrakan dan disuruh menonton video tidak senonoh,  selanjutnya dicabuli oleh korban lebih dari 1 kali. Saat ini cucu saya sering terlihat ketakutan, sepertinya merasa trauma berat,” ucapnya.

Atas peristiwa itu, pihak keluarga korban akhirnya membuat laporan polisi di Polres Indramayu dengan nomor  pelaporan :STTLP/ B/328/IV/2025/SPKT/POLRES INDRAMAYU/POLDA JAWA BARAT tanggal 14 April 2025.

(Gunawan)