- 0
- 446 Views
ASA Pase “Meripe-ripe” Buka Puasa dan Berdoa Bersama Untuk Para Syuhada Aceh
Details

Metroonlinenews.com, Aceh Utara – Lembaga Anak Syuhada Aceh (ASA) Wilayah 1 Pase mengelar buka puasa bersama dan sekaligus mendoakan bersama para syuhada korban konflik Aceh, Jumat (22/4)
Diramaikan seratusan keluarga korban konflik Aceh, kegiatan buka puasa dan doa bersama itu dilaksanakan di samping tugu korban KKA, Simpang KKA, Krueng Geukueh, Aceh Utara.
Akmal, Juru bicara ASA Wilyah 1 Pase mengatakan kegiatan ini sudah dua kali dilaksanakan pihaknya.Pelaksanaan kegiatan bertujuan untuk silaturahmi diantara sesama keluarga korban konflik Aceh sekaligus untuk mengirim doa sebagai tanda jasa para syuhada tersebut.
Kegiatan yang diikuti ratusan keluarga korban konflik di wilayah 1 Pase, menurut Akmal terlaksana berkat keinginan sesama keluarga korban konflik.Oleh karena itu meskipun tanpa ada bantuan dari pihak manapun kami tetap semangat untuk “meripe-ripe”(patungan) agar momentum Ramadhan bisa kami manfaatkan untuk mendoakan bersama para korban konflik Aceh.
“Kami tidak pernah menerima bantuan apa pun dari pemerintah, bahkan bisa dikatakan pemerintah menutup mata untuk para anak syuhada aceh korban konflik, padahal begitu besar jasa para keluarga kami” tegas Akmal
Ayah Sop mantan Panglima GAM Wilayah empat Pase waktu itu merupakan pelaku sejarah langsung bagaimana konflik Aceh berkecamuk, banyak para pejuang Aceh gugur dalam konflik itu.Mereka yang gugur itu adalah sahabat saya dan ayah atau adik, keluarga dari mereka yang bergabung di Lembaga ASA hari ini.
Kebetulan ASA mempercayai saya sebagai penasehat mereka, maka saya hari ini turut hadir dalam kegiatan buka puasa dan doa bersama ini.Selaku pelaku sejarah dan sahabat dari ayah atau keluarga dari anak- Syuhada Aceh saya salut dan bangga atas tekad yang mereka tunjukan meski tanpa dibantu oleh pihak manapun mereka mampu melaksanakan kegiatan yang sangat sakral bagi mereka.
Dari pengakuan Ayah Sop, hingga hari ini pemerintah belum sama sekali memerhatikan mereka anak para korban konflik Aceh yang hidup tak menentu, bahkan banyak dari mereka juga menjadi tulang punggung keluarga paska orang tua nya meninggal sebagai korban konflik Aceh.(rz)