F-SODA : Tangkap Dan Penjarakan Panji Gumilang

Details

Metroonlinenews.com, Indramayu – Ma’had Al Zaytun pimpinan Panji Gumilang kembali menjadi sasaran aksi massa karena makin kontroversi dan dianggap menistakan agama, massa yang melakukan aksi kali ini dari Forum Solidaritas Dharma Ayu (F-SODA) yang merupakan gabungan beberapa Ormas, Lembaga Swadaya Masyarakat serta elemen masyarakat lainnya. Kamis (23/6/2023).

Pihak Al Zaytun pun kembali mengerahkan puluhan ribu massa untuk menyambut para pendemo dan mengerahkan pasukan anjing jenis herder. Bahkan Panji Gumilang sendiri menyempatkan waktu meninjau kesiapan para penyambut demo sambil mengelus-elus anjing herder yang telah disiapkan Al Zaytun tersebut.

Aksi unjuk rasa sempat ricuh karena massa tertahan oleh blokade aparat keamanan ketika hendak mendekati gerbang Al Zaytun, namun akhirnya bisa diredam dan massa aksi pun hanya diberikan tempat untuk berorasi sekitar 50 meter sebelum gerbang Al Zaytun.

H.Muhammad Arifin, Koordinator Umum (Kordum) menjelang selesainya aksi menyampaikan tuntutannya agar Panji Gumilang segera ditangkap dan dipenjara atas semua kontroversi dan pernyataan provokasinya yang berdampak pada timbulnya gejolak amarah ditengah – tengah masyarakat.

“Panji Gumilang telah banyak berbicara melalui media dan memprovokasi orang Indramayu bahwa pendemo orang Indramayu itu omdo alias omong doang, maka dari itu kami akan buktikan apabila dalam waktu satu Minggu tidak ada titik temu dengan Panji Gumilang bahkan tidak diproses secara hukum, maka jangan salahkan rakyat jika akan datang lagi dengan jumlah yang lebih banyak,” ujarnya berapi – api.

Sementara itu, Kapolres Indramayu, AKBP. M.Fahri Siregar, mengatakan, meski sempat ada gesekan antar petugas dengan peserta aksi, namun secara keseluruhan semua berjalan lancar dan kondusif. Disampaikannya saat ini ada tim investigasi dari MUI Pusat dan berkunjung kepada Bupati Indramayu untuk selanjutnya melakukan investigasi selama 2 hari terkait carut marut Al Zaytun.

“Percayakan semuanya kepada MUI Pusat, biarkan para ulama ini bekerja sesuai tupoksinya dan hasil investigasinya akan diketahui pada hari Jum’at pekan ini,” jelasnya.

Usai menerima penjelasan dari Kapolres dan pembacaan do’a oleh perwakilan ulama, massa peserta aksi unjuk rasa akhirnya membubarkan diri secara tertib dan untuk sementara menghakiri aksinya.

(Gunawan)