Tingkatkan Literasi Keuangan UMKM, Taufan Buka FGD Forum Pembauran Kebangsaan Jaksel

Details

Metroonlinenews.com – Manajemen pengelolaan keuangan UMKM yang baik akan menentukan efesiensi dan efektivitas keberhasilan bisnisnya.

Karena itu, guna meningkatkan pengetahuan UMKM, Forum Pembauran Kebangsaan (FPK) Jakarta Selatan bekerjasama dengan Perusahaan PT. LABAMU menggelar kegiatan Focus Group On Discussion (FGD) tentang Pemberdayaan UMKM Di Ranah Digital.

Kegiatan yang dibuka oleh Kepala Badan Kesbangpol DKI Jakarta, Drs. Taufan Bakri, M.Si ini dihadiri juga oleh Kasuban Kesbangpol Jakarta Selatan, Dirhamul Nugraha, Ketua FPK Jaksel, Fahmi Asswgaf, Direktur PT. LABAMU, Arnold Sebastian, Kasubdit FPK Kesbangpol DKI, Herlina dan Ketua Apmikindo, Dr. Laurensius.

Dalam sambutannya, Taufan mengatakan, keberadaan UMKM merupakan aset bagi pemda DKI. Karena itu, pemda DKI akan selalu meningkatkan baik kuantitas maupun kualitasnya.

Secara kuantitas, kata Taufan, jumlah UMKM kita sekitar 2 %. Karena itu, agar maju kotanya, UMKM ini harus diperbanyak jumlahnya.

Terkait kualitas, hari ini kita mengadakan pemberdayaan Digital UMKM terkait literasi keuangan.

“Melalui kegiatan ini kita ingin agar UMKM bisa menjadi tangguh, kuat, profesional dan mampu menciptakan ketahanan ekonomi,” ujar Taufan di Rumah Makan Handayani Prima, Jakarta, Kamis (21/4/2022).

Taufan menjelaskan, pengetahuan manajemen itu penting untuk dikuasai pelaku usaha agar bisa naik kelas menjadi pengusaha yang profesional.

FGD ini diiukuti 50 pelaku usaha binaan Kesbangpol DKI Jakarta. Selama hampir 3 jam, setiap meja  para  pelaku usaha didampingi oleh 1 orang tenaga instruktur dari PT LABAMU untuk diajarkan pengetahuan tentang bagaimana  menawarkan produk, mengirim tagihan dan mengecek transaksi pembayaran oleh konsumen. Keseluruhan pengetahuan itu ada di dalam aplikasi LABAMU yang harus diunduh dulu oleh peserta.

Salah seorang peserta, Nuning S. Winasti, Ketua UMKM Majelis Ad Dzakir Kampung Lio,  Kelurahan Jatinegara, mengakui sangat bermanfaat mengikuti pelatihan ini karena selama ini dia melakukan transaksi usaha secara manual.

“Sekarang saya sudah bisa melakukan penawaran produk hingga penagihan secara digital melalui aplikasi LABAMU. Pengetahuan ini sangat bermanfaat  bagi kami. Terimakasih FPK Jaksel” ujar Nuning yang berbisnis di bidang produk kesehatan HNI. ***