Dipimpin Pangdam III Siliwangi, Dandim Indramayu Ikuti Launching Pupuk Hayati BIOS 44

Details

Metroonlinenews.com, Indramayu – Pangdam III/Siliwangi Mayjen TNI Kunto Arief Wibowo memimpin lounching penggunaan Pupuk Hayati BIOS 44 Demplot (Demontration Plot) atau lahan percontohan tanaman padi melalui Video Conference. Kegiatan itu di-ikuti Komandan Kodim (Dandim) 0616/Indramayu Letkol.Inf. Teguh Wibowo beserta jajaran Kodim lainnya se-Jawa Barat dan untuk wilayah Kabupaten Indramayu, Kegiatan lounching digelar di Blok Encle Desa Anjatan Kecamatan Anjatan, Rabu (16/3/2022).

Dandim Indramayu, mengatakan, pelaksanaan kegiatan tersebut merupakan implementasi dari perintah harian Kepala Staf Angkatan Darat (Kasad) yang salah satunya untuk turutserta mengatasi kesulitan rakyat khususnya para petani dalam upayanya meningkatkan taraf hidup. Penggunaan pupuk hayati BIOS 44 itupun tidak hanya pada tanaman padi, namun digunakan pula pada peternakan dan perikanan.

“Kita buktikan dulu satu persatu, setelah berhasil baru kita persentasikan, jadi bukan hanya omongan saja. Di wilayah Anjatan kita coba pada tanaman padi sedangkan di wilayah Koramil Gabus wetan kita coba pada budidaya ikan lele,” ujarnya.

Sementara itu salah seorang petani di wilayah Anjatan, Sudana, menuturkan, dirinya sudah membuktikan penggunaan pupuk hayati BIOS 44 pada musim tanam kemarin, dari luas lahan 1500 meter persegi ada peningkatan produksi padi sebanyak 5 kuintal dari perolehan biasanya.

“Sebelum saya menggunakan BIOS 44, dari 1500 meter persegi saya panen padi sekitar 2 ton, tapi setelah menggunakan BIOS 44 produksi padi saya meningkat jadi 2,5 ton,” tuturnya.

Penggunaan BIOS 44 sangat menguntungkan petani, selain biaya produksi lebih rendah, hasilnya juga ada peningkatan. Saat ini Sudana sedang mencoba penggunaan BIOS 44 pada lahan 7000 meter persegi dan sekarang sudah memasuki usia 42 hari setelah tanam (HST).

Camat Anjatan, Rory Firmansyah, mengapresiasi pihak TNI dengan diadakannya kegiatan lounching BIOS 44 untuk peningkatan kesejahteraan masyarakat khususnya petani. Pasalnya BIOS 44 itu terbukti meningkatkan hasil panen tanaman padi milik petani.

“Pemerintah Kecamatan Anjatan akan memberikan suport dan turut mensosialisasikan penggunaan pupuk hayati BIOS 44 kepada Kelompok Tani, Gapoktan dan KTNA,” ucap Rory.

Sedangkan salah satu cara mensosialisasikan pupuk hayati BIOS 44, Pemerintah Kecamatan dan Pemerintah Desa di wilayah Anjatan akan menyiapkan lahan pelaksanaan Demplot agar bisa ditiru dan digetok tularkan kepada petani di wilayah lain.

(Gunawan)