Kesal Karena Rusak dan Berlubang, Warga Sumbermulya Tutup Jalan Penghubung Dua Desa

Details

Metroonlinenews.com, Indramayu – Masyarakat Blok Sumurwedi 2 Desa Sumbermulya Kecamatan Haurgeulis Kabupaten Indramayu, Jawa Barat, menutup jalan penghubung Dua Desa. Jalan itu merupakan akses utama yang menghubungkan Desa Sumbermulya dan Desa Sidadadi, Jum’at (11/3/2022).

Warga nekad menutup jalan lantaran merasa kesal karena sudah sekian tahun tidak ada perbaikan termasuk mengabaikan saluran air yang kondisinya sudah rusak parah.

Masyarakat secara spontan melakukan penutupan jalan dengan cara memasang palang kayu dan menabur ikan pada air yang menggenangi jalan berlubang. Salah seorang warga, Rosidin, mengatakan hampir 4 tahun jalan penghubung dua desa tersebut dalam keadaan rusak, terlebih pada musim penghujan, airnya akan menggenangi badan jalan hingga masuk ke pemukiman warga bahkan ada beberapa pengendara sepeda motor yang terjatuh akibat kondisi jalan rusak serta berlubang.

Ironisnya lagi meski Rosidin sering mengeluh kepada Kuwu Sumbermulya, namun sampai saat ini belum ada penanganan serius terkait kondisi jalan desa tersebut, kalau pun ada penanganannya sebatas menaburkan sirtu.

“Saya sudah meyampaikan kepada Kuwu terkait kondisi jalan itu, namun sepertinya diabaikan saja, sehingga terpaksa dilakukan pengurugan sirtu sebanyak tiga Truk dari uang pribadi saya”, Katanya.

Sementara itu, Camat Haurgeulis, Dulyono didampingi Kuwu Sumbermulya, Taryono, menemui warga yang sudah 5 jam melakukan pemblokiran jalan. Ia mengajak warga berdiskusi dan bersama-sama mencari solusi agar jalan dapat segera diperbaiki. Warga akhirnya membuka blokiran jalan setelah ada kesepakatan dengan Camat Haurgeulis.

“Kami menampung aspirasi masyarakat yang menghendaki pengurugan dan normalisasi saluran air, Insya Alloh besok akan dimulai pengurugan jalan yang biayanya dari dana talangan pemerintah desa,” ujarnya.

Dulyono juga mengatakan, jalan tersebut masih merupakan jalan poros Desa namun sedang dalam proses pengajuan untuk menjadi jalan Kabupaten.

Dulyono mengapresiasi kepedulian warga terhadap lingkungannya dan menilai tindakan warga itu merupakan hal yang wajar. Tindakan warga menutup jalan penghubung dua desa yang rusak parah tersebut merupakan ungkapan tidak puas warga karena aktifitasnya terhambat.

(Gunawan)