- 0
- 483 Views
Di Ternate, Stok Minyak Goreng Aman
Details

Metroonlinenews.com, Ternate – Kelangkaan stok minyak goreng hingga hari ini masih terjadi disebagian wilayah Indonesia termasuk di Provinsi Maluku Utara. Dinas Perindustrian dan Perdagangan Maluku Utara, Selasa, (22/02) melakukan Sidak ke sejumlah toko maupun depstore dan distributor yang ada di Kota Ternate.
Kepala Dinas Perindag Maluku Utara, Yudhitya Wahab saat dikonfirmasi, Selasa, (22/02).membenarkn, beberapa hari kemarin pihaknya sudah lakukan sidak ke sejumlah titik dan hari inipun sidak bersama sejumlah pihak.
“Sidak memang beberapa hari lalu sudah dilakukan, kita sidak semua bahan pokok terlebih khususnya minyak goreng yang saat ini langka, ” kata Yudhi, sapaan akrabnya.
Menurutnya, kelangkaan minyak goreng memang dari pusat. “Ini memang stok dari pusat yang mempengaruhi stok di daerah. Untuk itu pemerintah pusat dalam hal ini Kementeriaan Perdagangan mengambil langkah dengan melakukan subsidi ke beberapa produsen agar ketersediaan minyak goreng ditingkat konsumen bisa terdistribusi, ” kata Yudhi.
Untuk stok minyak goreng yang ada saat ini, kata Yudhi, masih dikisaran harga yang cukup tinggi. Saat dilakukan sidak, ternyata distributor mengaku harga yang dijual adalah stok lama, sebelum dikeluarkannya regulasi oleh Kementerian Perdagangan, dengan demikian Dinas menekankan agar stok lama harus dijual habis dan untuk stok baru harga minyak goreng harus disesuaikan dengan harga het (standar) yang sudah ditetapkan.
Terkait sidak yang dilakukan hari ini, Disperindag Malut gandeng Tim Satgas Pangan dari Krimsus Polda Malut dan Tim Kementerian Perdagangan RI. Yudhi mengatakan, Dinas akan memantau perkembangan dengan meminta data dari distributor ke para pedagang maupun toko-toko mana saja yang dijual.
” Kita akan pantau nanti distributor jual ke pedagang mana saja juga toko-toko dengan harga 13.000 perliternya, kalau misalnya distributor jual diatas harga misalnya 14.000 perliter maka kita akan tidak tegas, ” akunya.
Dari 63 produsen yang disubsidi oleh pemerintah pusat, Maluku Utara hanya diperoleh satu distributor yakni PT. Harta Jaya Abadi yang ada di Kota Ternate. Saat ini dinas lakukan pantauan untuk stok minyak goreng yang baru.
Yudhi menambahkan, pasokan minyak goreng 1,5 ton nantinya akan masuk tahap dua pada 25 Februari mendatang, sementara pada pasokan pertama sudah masuk pada Sabtu (19/02) lalu dengan kapasitas volume yang sama 1,5 ton.
“1,5 ton ditahap pertama sudah masuk kedistributor, untuk kemasan 1 liter. Masing-masing toko atau pedagang dibatasi 3 karton yang isinya kurang lebih 12 liter, khusus yang masuk saat ini minyak goreng merk Fortune, ” ujar Yudhi.(bal)