Akibat PDU Digembok, Tumpukan Sampah dan Bau Menyengat Hiasi Rumah Warga Sumbermulya

Details

Metroonlinenews.com, Indramayu – Hampir dua pekan sampah- sampah di sejumlah perumahan dan pertokoan di Desa Sumbermulya Kecamatan Haurgeulis tak diangkut. Akibatnya tumpukan sampah dan bau busuk menyengat menghiasi lingkungan masyarakat saban hari.

Lena (45) warga Desa Sumbermulya saat ditemui dirumahnya, Rabu (3/3/2021) menuturkan, hampir dua pekan sampah yang ada disekitar rumahnya belum juga diangkut oleh petugas kebersihan, padahal dirinya sudah membayar iuran biaya pengangkutan sampah. Alhasil, untuk mengurangi tumpukan sampah didepan rumahnya, dirinya berinisiatif membakar sebagian sampah yang kering dan membuang sampah organik di belakang pekarangan rumahnya. Sedangkan untuk sampah yang basah masih dibiarkan di tempat sampah sambil menunggu petugas kebersihan yang akan mengangkut sampah– sampah rumah tangganya.

“Hampir 2 minggu setelah saya membayar iuran, sampah belum juga ada yang mengangkut, padahal sebelumnya maksimal 3 hari sampah– sampah tersebut langsung diangkut,” tutur Lena.

Lena berharap tumpukan sampah di depan rumahnya segera diangkut agar tidak menimbulkan bau busuk. Menurut Lena, sampai saat ini belum ada petugas yang datang untuk menjelaskan mangenai keterlambatan pengangkutan sampah tersebut.

Ditempat terpisah, Iswanto (48) anggota BPD Desa Sumbermulya juga menyesalkan adanya keterlambatan angkutan sampah di lingkungan masyarakatnya. Menurut Iswanto, hal ini terjadi karena ada ketidak sinkronan antara pengelola Pusat Daur Ulang (PDU) dan Bank Sampah Induk (BSI), Kuwu dan UPT Kebersihan yang berujung pada penutupan kantor PDU sehingga para petugas pengangkut sampah tidak bisa bekerja sebagaimana mestinya. Ujungnya masyarakat yang jadi korban.

Saya bersama anggota yang lain sudah menyampaikan keluhan masyarakat kepada kuwu Desa Sumbermulya, Pak Kuwu hanya memberikan solusi untuk mengurangi tumpukan sampah supaya masyarakat beralih ke pengangkut sampah dari pihak lain,” ujar Iswanto.

Senada dengan Iswanto, Iyang Suhara, UPTKebersihan Kecamatan Haurgeulis saat ditemui sepulang kerja membenarkan kalau keterlambatan pengangkutan sampah di masyarakat akibat sarana untuk mengangkut sampah tidak bisa digunakan.

“Motor roda 3 yang selama ini digunakan untuk mengangkut sampah dari masyarakat terkunci di dalam gudang. Bahkan pintu gerbangnya pun terkunci sudah dua mingguan,” kata Iyang.

Iyang menambahkan, bahwa yang bertanggungjawab dalam pemungutan sampah adalah pihak Desa dan dalam hal ini pengelola PDU dan BSI yang ditunjuk oleh Kuwu. (Gunawan).

Akibat PDU Digembok, Tumpukan Sampah dan Bau Menyengat Hiasi Rumah Warga Sumbermulya

Leave a Reply

You must be logged in to post a comment.