Komisi IV DPRD Indramayu Kunjungan Kerja Ke Lokasi Terdampak PLTU 1 Indramayu

Details

Komisi IV DPRD Indramayu Kunjungan Kerja Ke Lokasi Terdampak PLTU 1 Indramayu, Kamis (12/3/2020).

Metroonlinenews.com, Indramayu – Komisi IV Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kabupaten Indramayu melaksanakan Kunjungan Kerja (Kunker) ke lokasi terdampak dari proyek PLTU 1 di Desa Mekarsari Kecamatan Patrol, Kamis (12/3/2020).

Didampingi Kepala Dinas Lingkungan Hidup Kabupaten Indramayu Aep Surahman, Anggota Komisi IV berjalan kaki menuju lokasi pertemuan dengan masyarakat dan pengurus Jaringan Tanpa Asap Batubara Indramayu (Jatayu).

Ketua Komisi IV DPRD Indramayu Alam Sukmajaya mengatakan, prinsipnya kehadiran komisi IV ke Desa Mekarsari dalam rangka kunjungan lapangan menindaklanjuti hasil audiensi dengan Jatayu perihal dampak dari keberadaan PLTU 1.

”Dalam hal ini, dampak batubara yg mengakibatkan persoalan kesehatan, pertanian dan nelayan. Kami datang untuk melihat secara langsung dan berdialog dengan masyarakat yang terdampak dari keberadaan PLTU 1,” katanya.

Menurutnya, kunjungan ini merupakan bagian dari tahapan Komisi IV. Sebelumnya Komisi IV telah melakukan konsultasi dan menyampaikan kondisi dan tuntutan masyarakat Jatayu  ke Kementrian Lingkungan Hidup dan Kehutanan.

“Kita ingin mencari solusi agar masyarakat tidak dirugikan,” harap Alam.

Sementara itu Kepala Dinas Lingkungan Hidup Kabupaten Indramayu Ap Surahman mengatakan, pihaknya sudah melakukan pengecekan dan melihat apa saja yang menjadi keluhan warga terkait dampak lingkungan dari PLTU.

Pihaknya akan terus berkoordinasi dengan pimpinan secara berjenjang sampai ke tingkat Pusat agar mendapatkan solusi terbaik untuk kedua belah pihak yaitu masyarakat dan perusahaan.

“Setelah mendengar apa yang menjadi keluhan masyarakat nanti akan kami laporkan ke pimpinan hingga tingkat Provinsi dan Pusat,” ujar Aef.

Seusai acara, salah seorang koordinator Jatayu, Sarjani mengatakan, pihaknya masih tetap untuk menolak PLTU 2, pihaknya juga berusaha untuk mengusulkan ke Pemerintah untuk menutup PLTU 1, itu target kami,” ucap Sarjani.

“Bukan masalah pembebasan lahan yang kami permasalahkan, tapi dampak dari pencemaran lingkungan yang diakibatkan oleh asap batubara. Lahan – lahan yang sudah dibebaskan agar dikembalikan lagi pada fungsi semula sebagai lahan pertanian,” pinta Sarjani.

(Gunawan).

Leave a Reply

You must be logged in to post a comment.