Ini 3 Alasan Kenapa Indramayu Dipilih Pengusaha Arab Untuk Investasi

Details

Bupati Indramayu H. Supendi bersama Wakil Bupati Indramayu H. Taufik Hidayat menerima kunjungan 21 Pengusaha Arab Saudi didampingi KJRI Hery M. Saripudin (Batik- kanan). (Foto : Facebook/ Kang Taufik).

Metroonlinenews.com, Indramayu – Konsulat Jenderal Republik Indonesia (KJRI) Jeddah, Arab Saudi menggandeng 21 Pengusaha besar dari Arab Saudi untuk menghadiri Indramayu Investment Forum (IIF) yang berlangsung selama dua hari yaitu tanggal 13-14 Oktober 2019. Forum dikemas dalam format presentasi singkat kemudian dilanjutkan dengan kunjungan ke berbagai sentra industri di Kabupaten Indramayu, Jawa Barat.

Rombongan Pengusaha Arab Saudi hadiri Indramayu Investment Forum. (Foto : Diskominfo Indramayu)

IIF dilakukan menjelang gelaran Trade Expo Indonesia (TEI) 2019 yang akan dihadiri sebanyak 175 pengusaha Arab Saudi atas undangan KJRI Jeddah.

Dalam siaran pers yang diterima Metroonlinenews.com, Senin (14/10/2019), Konsul Jenderal (Konsulat) RI Jeddah Mohamad Hery Saripudin mengatakan, kehadiran pengusaha Arab Saudi di Indramayu ini merupakan ikhtiar KJRI Jeddah untuk meningkatkan kerja sama ekonomi antara Indonesia dan Arab Saudi.

“Para pengusaha dapat melihat langsung berbagai potensi investasi di daerah ini yang bisa digarap,” ucap Konjen Hery di sela- sela pertemuan tersebut.

Rombongan Pengusaha Arab kunjungi berbagai sentra industri di Indramayu. (Foto : Diskominfo Indramayu).

Foto : Diskominfo Indramayu.

 

Foto : Diskominfo Indramayu.

Foto : Diskominfo Indramayu.

Diantara tamu pengusaha yang hadir dari Arab Saudi dalam pertemuan tersebut adalah Bin Mahfouz, Alamoudi dan Alghamah. Kedua pengusaha perusahaan importir ini telah lama memiliki hubungan dagang dengan pengusaha asal Indonesia.

Kunjungan rombongan Pengusaha Arab Saudi ke PT. Pertamina (Persero) RU VI Balongan. (Foto : Diskominfo Indramayu).

“Beberapa pengusaha Arab Saudi mulai tertarik menanamkan modalnya ke Indonesia karena mereka telah mengenal potensi yang dimiliki oleh Indonesia,” kata Hery.

Hery mengungkapkan beberapa alasan mengapa Indramayu menjadi pilihan bagi investasi.

1. Komitment Kepala Daerah Untuk Membantu Pengusaha.

Hery menyebutkan komitmen Kepala Daerah yang kuat dalam hal ini Bupati Indramayu H. Supendi untuk membantu pengusaha adalah kunci pertama yang menjadi penarik sehingga bisa suksesnya masuk modal asing ke Indramayu.

2. Lokasi Strategis.

Lokasi strategis Indramayu, kata Hery, seperti jarak yang relatif dekat dengan Airport Kertajati yang akan membuka penerbangan langsung ke Arab Saudi akan memudahkan pemodal Saudi untuk melakukan pemantauan dan pengembangan terhadap sektor usaha yang akan digarap.

3. Keindahan dan Kekayaan Alam.

Kabupaten Indramayu yang berada di wilayah pesisir pantai, Indramayu terkenal dengan keindahan serta kekayaan alamnya. Hal tersebut kata Hery menjadi daya tarik tersendiri bagi para pemodal asing untuk investasi di Indramayu.

Sementara itu Bupati Indramayu H. Supendi mengatakan Indramayu adalah Kabupaten yang memiliki surplus produksi beras, tempat yang cocok untuk pengembangan peternakan dan perikanan serta kaya dengan kandungan mineral alam.

“Ketersediaan tenaga kerja untuk menunjang beroperasinya industri relatif melimpah dan relatif berdaya saing,” ujar Supendi.

Dalam kesempatan yang sama, Wakil Bupati Indramayu H. Taufik Hidayat berharap setelah pertemuan ini kepercayaan investor untuk menanamkan modalnya di kabupaten Indramayu semakin tinggi sehingga mampu menciptakan lapangan kerja untuk masyarakat Indramayu.

(Foto : Facebook/ Kang Taufik).

Selama berada di Indramayu para pengusaha Arab Saudi melakukan interaksi dengan pengusaha Indramayu di sektor perikanan, perkebunan, pertanian dan pertambangan. Beberapa tempat yang dikunjungi antara lain PT. Polytama Propindo, sentra produksi kerupuk ikan dan kerupuk udang, sentra produksi beras serta tambak ikan bandeng dan udang serta perkebunan mangga.

“Meski kunjungan hanya singkat namun kami telah banyak mendapat informasi mengenai apa yang akan kami lakukan setelah kunjungan ini,” jelas salah satu peserta forum tersebut.

Bupati Indramayu H. Supendi membawa rombongan Pengusaha Arab ke sentra industri beras. (Foto : Diskominfo Indramayu).

Indramayu adalah kabupaten yang memiliki 147 km garis pantai dan berada di persimpangan dua jalur transportasi Bandara Internasional Kertajati dan Pelabuhan Internasional Patimban. Indramayu berhasil memproduksi 1,6 juta ton beras pertahun ini membuat Indramayu menjadi salah satu Daerah lumbung padi di Indonesia.
(TN)

Leave a Reply

You must be logged in to post a comment.