Optimalkan Potensi Zakat, BAZNAS akan Gandeng PJMI

Details

 

Metroonlinenews.com, Jakarta – Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS) membuka peluang kerja sama strategis dengan Perkumpulan Jurnalis Media Independen (PJMI) dalam rangka memperkuat literasi dan optimalisasi penghimpunan zakat nasional.

Hal itu disampaikan narasumber BAZNAS, Satria Hibatal, dalam diskusi di Ruang BAGANA di Gedung 165, Jakarta, Jumat (13/11/2026).

Menurut Satria, kolaborasi dengan insan pers menjadi kunci jembatan informasi terkait potensi zakat yang masih sangat besar dengan tingkat realisasi yang ada saat ini.

Dijelaskannya potensi zakat nasional diperkirakan mencapai Rp 360 triliun pertahun, sementara realisasinya pada 2024 baru sebesar Rp 41 triliun, yang artinya masih ada ruang sangat besar untuk dioptimalkan dan disinilah peran media menjadi sangat penting.

Di samping itu kerja sama dengan PJMI dapat difokuskan pada penguatan publikasi, edukasi masyarakat, serta transparansi pengelolaan zakat agar semakin banyak muzaki yang menyalurkan zakatnya melalui lembaga resmi.

Media juga memiliki peran strategis dalam membangun kepercayaan publik sekaligus meningkatkan pemahaman tentang pentingnya zakat, baik zakat individu maupun zakat perusahaan yang porsinya cukup dominan dalam potensi nasional.

Kolaborasi dengan PJMI pun bisa mendorong peningkatan literasi zakat dan memperluas jangkauan informasi kepada masyarakat. Dengan sinergi ini, potensi zakat yang besar akan bisa lebih tergarap secara maksimal.

BAZNAS menegaskan komitmennya untuk terus memperkuat akuntabilitas dan transparansi pengelolaan dana zakat sebagai bagian dari upaya meningkatkan kepercayaan publik dan memperluas kemitraan strategis dengan berbagai pihak, termasuk organisasi profesi Jurnalis.

Sementara itu BAZNAS menyatakan terbuka untuk menjajaki kerja sama penggalangan dana (Fundraising) di kalangan Pekerja Migran Indonesia (PMI).

Satria menyampaikan pihaknya siap membuka ruang kolaborasi dan menindaklanjuti pembahasan tersebut setelah pertemuan.

Dijelaskan pula, BAZNAS sebelumnya memiliki pengalaman melakukan fundraising di luar negeri, termasuk bersama komunitas WNI di Hong Kong. Skema tersebut dinilai bisa direplikasi untuk menjangkau PMI di berbagai negara.

BAZNAS juga telah bekerja sama dengan Kementerian Pelindungan Pekerja Migran Indonesia, namun sejauh ini masih terbatas pada internal pegawai kementerian dan belum menyentuh komunitas PMI secara luas.

Upaya sosialisasi juga sempat dilakukan saat pembekalan PMI yang akan berangkat ke Korea Selatan, namun belum optimal.

Karena itu, BAZNAS menilai pendekatan berbasis komunitas dengan melibatkan perwakilan atau jejaring PMI akan lebih efektif dalam memfasilitasi program fundraising ke depan. (Zul)